Benri Pakpahan mengaku kliennya, Vira Vazria, sudah pernah meminta kejelasan pada bihak bank perihal uangnya yang hilang.
Baca juga: Aniaya Anggota TNI AU, Warga Medan Ini Divonis 2 Tahun Penjara
Baca juga: Nasabah Bank di Medan Kehilangan Uang Rp 1,6 Miliar, Korban Tempuh Jalur Hukum
Namun pihak bank, kata Benri, justru menyebut uang di rekening kliennya hilang lantaran ditarik Vira sendiri.
Bahkan, saat pihak Vira meminta rekaman CCTV ditunjukkan, Benri menyebut bank tidak bersedia.
Merasa tak ada penyelesaian, Vira pun menyerahkan permasalahannya pada Benri.
Ia pun sudah mengantongi bukti berupa catatan rekening koran.
"Korban tidak ada melakukan penarikan uang, namun dari catatan rekening koran ada, dan dilakukan melalui teller bank di bank cabang Sisingamangaraja."
"Mereka sebut itu dilakukan klien kami, padahal itu tidak ada," tegas Benri.
Klarifikasi Pihak Bank
Pemimpin Cabang Bank BUMN tempat Vira Vazria menyimpan uangnya, Totok Siswanto, memberikan klarifikasi.
Ia mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan proses investigasi untuk mendalami kasus yang menimpa Vira.
"Kami menjamin keamanan seluruh transaksi nasabahnya dengan menerapkan prudential banking operation dan Good Corporate Governance sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya dalam siaran pers yang diterima Tribun-Medan.com, Rabu (23/3/2022).
Baca juga: Parkir Liar di Medan Dibekingi Ormas
Baca juga: Penerapan e-Parking di Medan Masih Diganggu Juru Parkir Liar
Lebih lanjut, Totok menuturkan pihak bank berkomitmen dan akan bertanggung jawab jika ditemukan pelanggaran terhadap standart operation procedure (SOP) yang berdampak kerugian bagi nasabah.
Sebelumnya, Manajer Operasional Bank BUMN tempat Vira menjadi nasabah, Muhammad Nasrullah, menjanjikan akan mempertemukan korban dengan Totok.
"Kepala Cabang sedang di Jakarta. Tinggalkan saja nomor handphone, nanti kami hubungi," sebutnya kepada tim kuasa hukum korban.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W, TribunMedan.com/Anugrah Nasution)