TRIBUNNEWS.COM - Sebuah video tentang pernyataan seorang anggota TNI berinisial Serda AA yang melaporkan dugaan perselingkuhan istrinya viral di media sosial.
Video lama tersebut kembali viral di media sosial setelah akun @morphogofficial mengunggahnya di Twitter.
Dari keterangan Serda AA, istrinya melakukan perselingkuhan dengan anggota Polsek Loano, Polres Purworejo berinisial Aipda AL.
Belakangan diketahui, Aipda AL bertugas sebagai Bhabinkantibmas Polsek Loano.
"Selamat siang saya A ada permasalahan keluarga saya yang telah dirusak oleh oknum anggota kepolisian Polda Jateng yang berdinas di Polres Purworejo Polsek Loano atas nama Aipda AL sebagai Bhabinkamtibmas Laono," katanya melalui rekaman video, seperti dikutip dari TribunJateng.com.
Menurutnya, oknum polisi tersebut telah memaksa dan mengajak istrinya untuk selingkuh.
Baca Selanjutnya: Murkanya serda tni aa asal tegal pergoki istri selingkuh sama pak bhabin purworejo saya bisa bunuh
Bahkan, kata dia, kasus skandal itu berlanjut hingga perzinaan yang dilakukan di rumahnya hingga digerebek warga.
Kasus Lama
Dikutip dari Kompas.com, ternyata kasus perselingkuhan yang diadukan dalam video tersebut terjadi pada Februari 2022 lalu.
Demikian disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iqbal Alqudusy, dalam keterangan resminya, Senin (7/11/2022).
"Aipda AL telah menjalani sidang kode etik," katanya.
Iqbal menjelaskan, Aipda AL sudah dilaporkan terkait kasus perzinaan.
"Perbuatan oknum tersebut telah dibuatkan Laporan Polisi nomor LP/B/69/IX/2022/SPKT/Polres Purworejo/Polda Jateng tertanggal 7 September 2022 tentang peristiwa perzinaan," jelasnya.
Saat ini, kata dia, kasus tersebut telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan.
Iqbal menuturkan, Aipda AL saat ini juga telah dimutasi ke Polda Jateng dalam rangka menjalani pengawasan.
"Yang bersangkutan sempat mengajukan banding, kami hormati hak dia untuk banding karena itu ada di mekanisme aturan sidang kode etiknya," bebernya.
Baca juga: Kapolres Baubau Dicopot Karena Istrinya Diduga Selingkuh, Begini Kata Kabid Propam Polda Sultra
Atas kejadian tersebut, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi memberikan sinyal tegas terhadap oknum anggota Polri yang mencoreng institusi.
Hal itu disampaikan Kapolda dalam arahannya saat memimpin apel pagi Senin (7/11/2022).
Menurutnya, Polri saat ini terus berbenah untuk dapat menjadi institusi yang profesional dan dipercaya masyarakat.
Oleh karena itu, setiap anggota harus dapat memberikan pelayanan dan keteladanan yang baik kepada masyarakat.
Dia menegaskan tak akan ragu untuk 'mengupacarakan' pemberhentian bagi anggota yang melakukan pelanggaran berat dan menurunkan wibawa Polri di mata masyarakat.
"Ada anggota Polri yang berbuat asusila, sekarang juga saya tunggu (putusan) PTDH-nya. Tidak usah ragu-ragu, upacarakan di sini," tegas Kapolda.
Luthfi meminta setiap pengemban fungsi lebih ketat dalam melakukan pembinaan secara perorangan agar tidak terulang lagi kasus serupa.
Baca juga: AKBP Erwin Pratomo Dicopot dari Jabatan Kapolres Baubau, Istrinya Diduga Selingkuh dengan Polisi
"Ibarat 'bisul' kalau membuat penyakit tubuh kita ya 'potong' saja! Tidak usah pakai pertimbangan, saya yang bertanggung jawab!"
"Masih banyak anggota kita yang baik, yang perlu diperharikan serta menanti untuk diberikan penghargaan," jelasnya.
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJateng.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas, Kompas.com/Muchamad Dafi Yusuf)