TRIBUNNEWS.COM - Gerombolan monyet liar turun gunung dan masuk ke pemukiman warga di kota Bandung, Jawa Barat.
Kejadian ini pertama kali diketahui warga pada Kamis (24/11/2022) setelah video gerombolan monyet masuk pemukiman direkam dan videonya diunggah ke Instagram @beritakotabandung.
"Menerima laporan adanya empat ekor monyet berkeliaran di atas rumah warga, diketahui kejadian tersebut terjadi di daerah Babakansari l, Kiaracondong, Kota Bandung," tulis akun Instagram @beritakotabandung.
Peristiwa serupa juga dialami warga Antapani, Bandung karena mereka melihat gerombolan monyet pada Jumat (25/11/2022).
Setelah viral di media sosial gerombolan monyet masuk pemukiman warga di Bandung, muncul dugaan adanya potensi bencana alam yang akan melanda kota Bandung.
Baca juga: Tenaga Kesehatan Diminta Tetap Waspada Terhadap Gejala Awal Cacar Monyet Meskipun Kasusnya Melandai
Namun, isu tersebut dibantah oleh Staf Observasi Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Kota Bandung, Ajeng Marina Utamie.
Menurutnya isu tersebut tidak benar karena faktanya belum ada gerakan sesmik di Sesar Lembang.
“Jadi belum bisa dikaitkan (fenomena monyet turun ke kota) dengan potensi bencana yang ada di Kota Bandung,” jelasnya pada Rabu (30/11/2022) dikutip dari Kompas.com.
Ajeng Marina berharap masyarakat Bandung tidak perlu khawatir karena BMKG selalu memberikan informasi terkait bencana agar penanganannya dapat maksimal.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Diskar PB Kota Bandung, M Yusuf Hidayat membenarkan kejadian monyet liar masuk pemukiman warga.
Saat ini pihaknya sedang berupaya menyelamatkan jiwa yang mengancam keselamatan manusia.
Baca juga: Satgas IDI: Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas dalam Vaksinasi Cacar Monyet
"Kami mendapatkan informasi di media sosial adanya monyet ke pemukiman warga, seperti di Antapani dan Kiaracondong. Kami melakukan asesmen dan sifat hewan-hewan ini dinamis bukan statis," jelasnya dikutip dari TribunJabar.com.
Hingga saat ini gerombolan monyet ini belum dapat dievakuasi karena selalu berpindah tempat.
Ia menduga gerombolan monyet ini berasal dari gunung Manglayang.
"Kami berpikiran kalau turun dari Gunung Manglayang bisa ke mana dahulu. Intinya, tugas kami memberikan rasa aman kepada warga dan monyet itu tak sampai mengganggu jiwa warga," tambahnya.
Yusuf menjelaskan posisi terakhir monyet dilaporkan keberadaannya dan berusaha secepat mungkin mengevakuasinya.
"Monyetnya ada empat ekor. Posisi terakhir sekarang kami belum tahu. Tapi, kami tetap melakukan koordinasi dengan instansi terkait, yakni BBKSDA. Kami berencana dengan BBKSDA membuat kandang jebakan untuk empat ekor itu," pungkasnya.
Baca juga: Kasus Cacar Monyet di Indonesia Melandai, Ini Penjelasan Pemerintah
Menurutnya gerombolan monyet yang ditemukan para warga jenisnya sama sehingga monyet tersebut tidak bertambah banyak namun hanya berpindah tempat.
"Namun dari hasil identifikasi, yang kami lihat, monyet yang ditemukan di berbagai lokasi ini tampaknya jenis yang sama. Sehingga diduga sebenarnya monyet ini berpindah-pindah,” ungkapnya.
Ia menghimbau agar para warga tidak mengganggu gerombolan monyet apalagi sampai ada kontak fisik.
“Kami mengimbau kepada warga, jika melihat hewan yang tidak bersahabat, hindari kontak fisik. Jangan buat hewan tersebut stres sehingga menjadi buas,” jelasnya.
(Tribunnews.com/Mohay) (Kompas.com/Reni Susanti) (TribunJabar.com/Muhammad Nandri Prilatama)