"Memang yang tampak selintas di CCTV di jalan depan rumah dinas memang menggunakan pelat merah. Tapi pelat merah ini bisa juga pengalihan, belum tentu sebenarnya. Dari keterangan saksi yang melihat samar- samar jenis minibus antara Innova atau Avanza. Kami masih mendalaminya," katanya.
Argo menjelaskan, mobil masuk ke halaman, setelah beberapa pelaku melumpuhkan tiga anggota Satpol PP yang berjaga di rumah dinas.
"Setelah melumpuhkan penjaga, mobil masuk ke halaman dan pagar ditutup lagi. Pelaku berjumlah empat sampai lima orang," katanya.
Dikatakannya, saat kejadian, kamera CCTV di Rumah Dinas Wali Kota Blitar aktif. Tetapi, pelaku merusak CCTV di rumah dinas.
"Pelaku mengambil decoder kamera CCTV di rumah dinas," katanya. (Putra Dewangga Candra Seta/Musahadah)
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul PENGAKUAN Wali Kota Blitar Pasca Perampokan: Baru 2 Jam Tidur Langsung Disergap, Kakinya Luka