Saat tiba di rumah sakit, kondisi S sebenarnya sudah lemas. Ia mengalami pendarahan hebat di area kelamin.
"Saat datang, pendarahan sudah mengering," kata Direktur RS Al Huda Genteng, Aisyah Anggraeni, saat dikonfirmasi wartawan.
Meski hidupnya tertolong, alat kelamin korban tak berhasil disambungkan. Potongan kelamin itu gagal ditemukan.
"Sebenarnya bisa disambungkan. Tapi potongannya hilang," kata dia.
Selain tanpa alat vital yang utuh, menurutnya, korban tetap bisa hidup secara normal. Saluran urine juga masih berfungsi.
"Kondisinya membaik. Dalam waktu dekat sudah bisa pulang," katanya.
Artikel ini telah tayang di TribunMadura.com dengan judul Diduga Alami Gangguan Jiwa, Pria di Banyuwangi Potong Alat Kelaminnya Sendiri