Hal yang dilakukan pada fase ini adalah penguatan konsolidasi sosial dan data rumah-rumah penduduk yang rusak, serta fasilitas umum yang juga terkena imbas gempa bumi.
THerman mengatakan akan membuat regulasi terkait pembangunan rumah-rumah di Sumedang yang harus mulai memperhatikan ketahanan terhadap gempa bumi.
Rumah tahan gempa bahkan akan dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bahkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Sumedang.
"Bahwa pembangunan di Sumedang ke depan harus memperhatikan risiko gempa," ujarnya.
Di antaranya regulasi itu pada perizinannya. Pembuatan rumah dan bangunan lain, dalam perizinannya agar memperhatikan konstruksi yang antisipatif terhadap gempa.
Namun, Herman juga tidak ingin warga menjadi kerepotan dengan regulasi yang terlalu ketat. Maka, dia akan merumuskan aturan itu dengan matang, dengan pertimbangan pandangan dari berbagai lembaga terkait seperti BMKG, BNPB, perguruan tinggi, dan BPMVG.
"Atau nanti ada formulanya. Jangan mempersulit masyarakat, tapi warning harus disampaikan," katanya.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Bahaya Mengintai Sumedang, Ada Sesar Baru yang Melintas di Pusat Kota Berdasarkan Analisis