Koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna memastikan kesiapsiagaan evakuasi dan keselamatan masyarakat.
"Penanganan masih bersifat awal dan laporan ini sementara. Kami akan terus melakukan pemantauan dan memperbarui informasi sesuai perkembangan di lapangan," pungkasnya.
Desa Kadubeureum berjarak 25,4 Km dari Ciruas, pusat pemerintahan Kabupaten Serang dan bisa ditempuh menggunakan mobil selama 46 menit.
Sementara jaraknya ke Kota Serang, ibu kota Banten adalah 19, 8 Km atau 37 menit berkendara mobil.
25 Rumah Rusak
Bencana tanah longsor juga terjadi di bantaran anak Sungai Ciujung, tepatnya di Sungai Cisangu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang.
Sedikitnya 25 rumah warga terdampak, dengan tiga rumah mengalami kerusakan paling parah hingga sebagian bangunan hilang terseret longsor.
Baca juga: Kemenag Akan Tambah 9.000 Mushaf Al-Qur’an untuk Korban Banjir Sumatera
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, saat meninjau langsung lokasi bencana, mengatakan longsor terjadi di wilayah permukiman warga yang berada di pinggiran sungai.
Kedalaman longsoran diperkirakan mencapai sekitar delapan meter.
"Posisi rumah warga memang berada di pinggiran anak Sungai Ciujung, yaitu Sungai Cisangu. Tadi saya melihat langsung kondisi di lapangan, longsornya cukup dalam, kurang lebih sekitar delapan meter. Dampaknya sangat luas, bahkan ada rumah yang setengah bangunannya habis terkena longsor," katanya kepada TribunBanten.com, Selasa, (6/1/2025).
Ia menyampaikan, dari total 25 rumah terdampak, tiga di antaranya mengalami kerusakan paling parah.
Namun hingga saat ini, baru satu keluarga yang bersedia direlokasi ke tempat yang lebih aman.
"Yang paling parah itu ada tiga rumah. Tapi yang sudah direlokasi baru satu warga, karena memang baru satu yang bersedia dipindahkan," ujarnya.
Untuk sementara, Pemerintah Kabupaten Serang melakukan relokasi darurat bagi warga terdampak.
Salah satu warga Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal, bersedia meminjamkan rumahnya sebagai tempat tinggal sementara bagi korban longsor.
"Alhamdulillah ada warga dari Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal, yang bersedia meminjamkan rumahnya untuk relokasi sementara," ungkapnya.
Baca tanpa iklan