Terkait penanganan jangka panjang, Ratu Zakiyah menegaskan bahwa pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), mengingat Sungai Cisangu merupakan wilayah kewenangan BBWSC3 yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.
"Untuk penanganan lebih lanjut, kita akan terus berkoordinasi dengan BBWSC3 karena sungai ini merupakan kewenangan mereka. Kalau langsung dibangunkan rumah tentu harus ada lahan terlebih dahulu, dan itu perlu koordinasi dengan BBWSC3 serta kementerian terkait," jelasnya.
Menurutnya, relokasi permanen tidak bisa dilakukan secara cepat karena harus melalui proses perencanaan, penyediaan lahan, serta koordinasi lintas instansi.
Oleh karena itu, langkah yang diambil saat ini adalah mitigasi risiko guna memastikan keselamatan warga.
"Kami fokus dulu pada mitigasi risiko agar warga kami aman. Kejadiannya baru dua hari lalu, dan kita juga tidak tahu kondisi cuaca ke depan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saya minta warga untuk bersedia direlokasi," tegasnya.
Ia memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor tersebut. Pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako dan kebutuhan dasar lainnya untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak selama masa tanggap darurat.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami juga sudah memberikan bantuan paket sembako dan bantuan lainnya untuk kebutuhan sementara warga," pungkasnya.
Bencana masih melanda beberapa wilayah di Indonesia. Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Chyntia Kalangit menetapkan status tanggap darurat bencana, Senin (5/1/2025).
Status tersebut dikeluarkan menyusul musibah bencana alam banjir bandang yang melanda sejumlah Kecamatan pada Senin (5/1/2026).
Status tersebut sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bupati, Nomor 1 tahun 2026 tentang penetapan status tanggap darurat bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Sitaro.
Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Longsor Terjadi di Gunung Kaupas Padarincang, BPBD Serang Tetapkan Status Siaga
dan
25 Rumah Warga Terdampak Longsor di Cikeusal Kabupaten Serang
Baca tanpa iklan