Pasangan ini kemudian menyiapkan resepsi pada 15 Juli, menjadi penanda resmi perjalanan cinta mereka yang sejak awal penuh kehangatan namun minim publikasi.
Dimas percaya bahwa selama batas-batas itu dijaga, komunikasi akan terbuka dan hubungan keluarga bisa berjalan tanpa gesekan yang berarti.
“Selama kita menjaga toleransi dan komunikasi harusnya semuanya baik-baik aja,” tuturnya.
Dimas juga melihat perbedaan karakter antara keluarga asal dan keluarga pasangan sebagai sesuatu yang justru membawa keindahan tersendiri.
Ia menekankan bahwa menyatukan dua keluarga tidak harus berarti menyeragamkan kebiasaan atau sudut pandang, melainkan belajar berdampingan dengan keunikan masing-masing.
“Karena memang keindahannya dua keluarga menjadi satu itu adalah di perbedaan sih, kalau kita ya,” beber Dimas.
Baca tanpa iklan