"Dalam sistem 15 poin, kehilangan lima poin menempatkan Anda di tengah permainan dengan hanya sepuluh poin tersisa."
"Itu benar-benar memengaruhi fokus dan persiapan mental," jelas peraih emas SEA Games 2025 ini.
Axelsen: Awalnya Lebih Singkat, Lama-lama Seimbang
Pandangan senada juga disampaikan dua kali juara dunia asal Denmark, Viktor Axelsen.
Ia memperkirakan pertandingan akan terasa lebih singkat pada awal penerapan sistem baru.
Namun menurutnya, seiring waktu pemain akan menemukan pola dan keseimbangan baru.
Lebih sedikit poin memang berarti gim lebih cepat selesai, tetapi ia menilai format tersebut tetap berpotensi menarik untuk ditonton.
Adaptasi tak terhindarkan, dan level permainan diyakini akan kembali stabil setelah masa transisi.
"Ini akan menarik untuk dilihat. Pertandingan pasti akan lebih pendek di awal, tetapi begitu pemain terbiasa, segalanya akan seimbang."
"Lebih sedikit poin berarti pertandingan yang lebih pendek, tidak diragukan lagi, tetapi itu harus menyenangkan untuk ditonton," kata Axelsen, dikutip dari The Star.
Baca juga: Respon Indonesia dan Malaysia soal Format Baru Turnamen BWF: BAM Minta Lebih Adil, PBSI Optimis
Antara Hiburan dan Kepentingan Pemain
Perubahan sistem skor bukan sekadar soal angka. BWF ingin pertandingan lebih atraktif dan mudah dikemas untuk kebutuhan siaran serta penonton global.
Di sisi lain, pemain menjadi pihak yang paling terdampak, karena strategi, stamina, hingga pendekatan taktik harus disesuaikan total.
Format poin baru ini nantinya juga tak bisa dilepaskan dari soal rencana BWF yang bakal memanjangkan kalender event.
Selain itu, untuk turnamen Super 1000 juga bakal menjadi lebih panjang dengan 11 hari penyelenggaraan, dan kejuaraan mayor menjadi 12 hari.
Sejauh ini, sistem 3x15 baru diuji di turnamen level bawah dan belum dipakai di ajang World Tour.
Keputusan final akan ditentukan lewat pemungutan suara seluruh anggota BWF. Jika disetujui, ini bisa menjadi perubahan terbesar dalam lanskap bulu tangkis modern.
(Tribunnews.com/Tio)
Baca tanpa iklan