TRIBUNNEWS.COM - Bagi Carlo Ancelotti, menemukan 24 pemain yang layak masuk dalam skuad final timnas Brasil bukanlah hal yang sulit.
Tantangannya justru mendapat dua pemain tambahan untuk melengkapi 26 kuota pemain yang dapat didaftarkan kepada FIFA untuk Piala Dunia 2026.
"Ini adalah yang paling mudah," buka Ancelotti merujuk pada skuad final timnas Brasil saat diwawancara The Athletic.
"Yang paling sulit adalah mencari tahu dua tempat (pemain) lainnya. Persaingannya sangat ketat," sambungnya.
Dalam sesi wawancara tersebut, Ancelotti dan stafnya telah menilai lebih dari 70 pemain Brasil yang bermain di klub-klub seluruh dunia.
Mereka juga melacak bakat tim Samba di kompetisi domestik, liga-liga teratas Eropa, lalu memperluas jangkauan ke Turki, Rusia, hingga Arab Saudi.
Semua dilakukan demi mendapatkan sosok pemain yang pantas, karena diketahui Brasil tidak pernah kehilangan talenta berbakat disetiap generasinya.
Tapi seiring berjalannya waktu, yang dikhawatirkan Ancelotti bukanlagi soal kualitas pemain, tetapi tentang kebugaran pemain, dan berharap mereka tidak mengalami cedera.
Satu hal yang kini tidak hanya ditakuti oleh Ancelotti, tetapi para pelatih lainnya karena tingkat kompetisi yang padat, terutama di Eropa, serta jadwal pemulihan yang minim.
Tidak sedikit dari pemain-pemain andalan klub mengalami cedera, dan ada sebagian dari mereka yang sudah dipastikan tidak tampil di Piala Dunia 2026.
Di Brasil, ada Eder Militao dan Rodrygo (Real Madrid), serta satu bintang muda Chelsea, Estevao.
"Saya benar-benar takut, dan benar-benar khawatir saat menonton pertandingan," tambahnya.
Peran Baru Ancelotti
Tahun ini di Piala Dunia adalah sesuatu yang belum pernah dirasakan oleh Carlo Ancelotti setelah berkecimpung di dunia kepelatihan sejak awal tahun 1992.
Ia berada di sisi Arrigo Sacchi yang ketika itu berperan sebagai pelatih timnas Italia. Tiga tahun lamanya pelatih yang kerap disama Don Carlo itu bekerja sama hingga tahun 1995.
Ancelotti kemudian hilir mudik menangani klub, dimulai dari Reggiana, sampai yang terakhir Real Madrid.
Baca tanpa iklan