Saat berada di Riyadh, Trump bahkan sempat menyinggung ketidakhadiran Cook ketika berbicara kepada Jensen Huang.
“Tim Cook tidak ada di sisi, tetapi kamu di sini,” kata Trump kepada Jensen Huang dalam pidatonya di Riyadh.
Tidak lama setelah itu, Trump disebut mengancam akan mengenakan tarif 25 persen terhadap iPhone yang tidak diproduksi di Amerika Serikat.
Laporan New York Times menyebut ancaman tersebut diduga berkaitan dengan keputusan Cook yang tidak ikut dalam delegasi perjalanan sebelumnya.
Kini keputusan Tim Cook untuk menerima atau menolak undangan ke China dinilai cukup penting bagi Apple.
Pasalnya, Apple masih sangat bergantung pada pasar dan rantai produksi di China.
Selain itu, penjualan iPhone di negara tersebut juga disebut mulai kembali meningkat.
Jika Cook kembali menolak undangan, langkah itu bisa dianggap sebagai penolakan baik oleh pemerintah Amerika Serikat maupun China.
Apple sendiri sebelumnya telah memastikan bahwa Tim Cook akan tetap terlibat dalam hubungan perusahaan dengan para pembuat kebijakan global sebagai executive chairman setelah pergantian CEO dilakukan.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan