Sel-sel dan jaringan HTI melakukan gerakan penggalangan dan indoktrinasi paham khilafah melalui kegiatan-kegiatan terselubung dengan berbagai bentuk, mulai kajian keagaman, diskusi ilmiah, lembaga dakwah kampus, ceramah di mimbar-mimbar masjid, hingga di lembaga-lembaga negara atau BUMN. Target mereka, memberikan penyadaran massif terhadap masyarakat secara gradual sehingga masyarakat siap untuk menyongsong tegaknya khilafah suatu hari nanti.
Di samping itu, dengan paham khilafah yang mereka yakini, HTI ingin menghancurkan warna-warni budaya Nusantara yang beraneka rupa. Pasalnya, tata nilai, ritual dan atribut budaya Nusantara dinilai tidak bernapaskan dan tidak ada dasarnya dalam Islam. Demikian juga simbol-simbol negara seperti bendera Merah Putih, Pancasila, prosesi kenegaraan, dan lain-lain. Agenda “pengikisan” budaya ini menurut KH. Imam Jazuli akan dilakukan secara bertahap oleh HTI, manakala mereka berhasil mengambil alih negara dan menegakkan khilafah.
Berdasarkan fakta-fakta sebagaimana disampaikan KH. Imam Jazuli di atas, sudah selayaknya masyarakat bersikap aware terhadap bahaya laten HTI yang bersembunyi di balik jubah dakwah Islamiah. Umat Islam tak boleh terpedaya oleh agenda politik HTI yang membahayakan ukhuwwah Islamiyyah, ukhuwwah wathaniyyah, dan ukhuwwah basyariyyah di bumi Indonesia.
Baca tanpa iklan