Maka aksi massa pro Tutup TPL tidak perlu lagi digelar di kantor Gubsu.
Sikap dan tindakan Gubsu tidak dibutuhkan (lagi) dalam perjuangan menutup TPL.
Maka para rohaniawan lintas agama di Sumut dan di pusat lebih tepat merencanakan langsung bertemu dengan Presiden Prabowo untuk menutup TPL.
Sebab jika Presiden Prabowo Subianto bersedia mendengar para rohaniawan dan masyarakat Kawasan Danau Toba, maka TPL pasti akan tutup tahun 2025 ini.
Penolakan massa aksi pro Tutup TPL ditemui Wagubsu Surya sangat tepat. Surya tidak dibutuhkan untuk mewakili sikap Gubsu.
Rakyat butuh Gubsu yang dipilihnya berani bertemu dan menyatakan sikap di hadapan rakyat Sumut.
Memerintahkan Surya menerima massa aksi sebagai upaya menghindari tanggung jawab sebagai pemimpin.
Kerusakan ekologi yang dituntut warga Kawasan Danau Toba tidak penting bagi Gubsu.
Tidak ada citra yang didapat dari aksi massa pro Tutup TPL sehingga Bobby enggan menemuinya.
Bobby takut menyatakan: “jangan mundur” kepada massa aksi pro Tutup TPL.
Baca tanpa iklan