Benarkah? Saya tidak bisa memastikan karena saya tidak kenal secara pribadi.
Orang yang kita kenal secara dekat pun belum tentu bisa kita ketahui sifat yang sesungguhnya.
Trump bernyanyi—lebih tepat bertekad—“Make America Great Again”.
Apakah salah? Tidak juga. Bung Karno pun memompa semangat kita dengan menyuruh kita, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit.”
Pertanyaannya, saat cita-cita Trump mewujudkan Amerika yang akbar lagi, dia tidak segan-segan mencaplok Greenland dan semua itu didasarkan kepada fakta yang belum tentu benar, yaitu bahwa Rusia dan Cina punya rencana untuk mencaplok kepulauan terluas di dunia itu lewat ivestasi besar-besaran.
Tentu saja ini khas Trump yang ‘cherry picking’ yaitu memilih hanya data, bukti, atau contoh yang mendukung argumen atau keinginan Anda, sambil mengabaikan data lain yang bertentangan atau tidak mendukung, sehingga menciptakan kesan yang bias dan tidak objektif.
Jika tidak? Para penentangnya mengatakan, dia seperti anak kecil yang tantrum kalau keinginannya untuk mendapatkan ‘mainan baru’ tidak dituruti.
Masalahlah mainan ini berupa pulau terbesar di dunia yang sudah dimiliki oleh Denmark.
Alasannya, untuk memperkuat NATO dan tentu saja Amerika. Benarkah yang dia tuduhkan?
Baik Rusia maupun Cina mengatakan tidak punya niat untuk menduduki Greenland.
“We have no plans to capture Greenland. It’s not our issue. We think Washington knows well about the absence of such plans both in Russia and China,” ujarnya tahun lalu.
Sebagai saudara, para pemimpin Eropa pun meradang.
Emmanuel Macron, berkata, “Eropa tidak akan tunduk pada para pengganggu dan menolak kebangkitan imperialism atau kolonialisme baru.”
Ucapan presiden Prancis itu seakan mewakili rekan-rekannya saat berada di acara World Economic Forum (WEF) di Davos, 20 Januari lalu.
Nah lho. Kali ini mereka tidak bisa lagi diam saat digertak Trump dengan tarif ekonomi yang mencekik.
Baca tanpa iklan