Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto tidak akan menjual kedaulatan kepada Washington atau Beijing. Tetapi memastikan dengan tegas, kalau Indonesia memiliki kursi di meja perundingan, memiliki setara dengan mereka.
Tudingan balik soal antek asing memang menarik sebagai konten media sosial, namun ungkapan gagal menangkap esensi dari perjuangan kedaulatan yang sedang berlangsung di balik pintu-pintu diplomasi sunyi.
Percayakah, sejarah tidak akan mencatat jargon yang diteriakkan, tetapi seberapa kokoh sikap sebagai bangsa menjaga kepentingan nasional di tengah badai geopolitik yang terus bergemuruh.
Baca tanpa iklan