News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Program Makan Bergizi Gratis

Transformasi Ekonomi Perdesaan Melalui Program Makan Bergizi

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Profile Tribunners: Ananda Bahri Prayudha, SP. M.Si - Dosen Sosiologi Pedesaan Fakultas Pertanian Universitas Kebangsaan Republik Indonesia  (UKRI)

Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menemukan bahwa terjadi tren pasca pandemi yaitu
keinginan masyarakat untuk mencari penghidupan diwilayah asal dengan data profil migran hasil dari  survei sosial ekonomi nasional yang dirilis oleh BPS volume tujuh tahun 2025 menyebutkan bahwa  setelah lonjakan migrasi risen selama pandemi (2019–2021) yang diduga karena migran kembali, data  menunjukan tren penurunan persentase migran risen dari 2022-2024.

Penurunan ini kemungkinan  didorong oleh perbaikan kondisi ekonomi dan kesempatan kerja di daerah asal, sehingga mengurangi  dorongan untuk berpindah.

Sementara itu, penduduk yang berstatus migran risen pada tahun 2024  tercatat kurang dari satu persen, atau tepatnya 0,9 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa dari setiap  seratus penduduk, terdapat satu penduduk yang bermigrasi dari provinsi lain selama periode lima tahun
sebelum pendataan. Jika dibandingkan dengan persentase migran risen periode 2022 dan 2023 yang  masing-masing sebesar 1,3 persen dan 1,0 persen, migran risen di tahun 2024 terus mengalami tren  penurunan.

Data sensus pertanian menunjukkan bahwa terjadi penurunan minat anak muda untuk melakukan  usaha disektor pertanian, tercatat menurut data BPS melaului sensus pertanian tahun 2013 sampai  dengan 2023 telah terjadi penurunan minat generasi muda dengan rentan usia 25-34 tahun turun dari  11,97% menjadi 10,24 % pada tahun 2023 dalam melakukan usaha disektor pertanian.

Sehingga  dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan semakin menambah peluang kerja  yang ada di desa baik sebagai pekerja langsung di berbagai satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG)  atau sebagai enterpreunership baru disektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan SPPG yang tersebar  diseluruh Indonesia menjadi stimulus agar Gen Z dan Milenials dapat kembali membangun desa  menjadi Agriprener, Pertanian modern (2020-2025) telah melahirkan lapangan kerja yang tidak pernah  ada 10 tahun lalu seperti, Spesialis drone untuk pemupukan dan sensor tanah berbasis IoT (Internet of things).

Demi menjawab distrupsi perubahan zaman tersebut terhadap penurunan minat generasi muda
pada sektor pertanian dan mengejar target swasembada pangan untuk pemenuhan kebutuhan nasional  yang SPPG termasuk didalamnya guna memenuhi pemenuhan gizi anak-anak generasi penerus bangsa  serta menekan angka urbanisasi, maka Kementerian Pertanian membentuk program Brigade pangan.

Dimana kelompok anak muda didesa mendapat bantuan modal hingga dua milliar rupiah untuk dapat  membangun pertanian modern dengan lahan garapan sebesar 200 Ha bagi setiap kelompok  menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) dan AI agar dapat mempercepat Swasembada Pangan,  regenerasi petani serta menjamin pemenuhan kebutuhan SPPG diseluruh Indonesia, yang semuanya  merupakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Kemandirian ekonomi desa yang kokoh  menciptakan benteng pertahanan pangan. Sejarah mencatat bahwa negara yang memiliki  ketergantungan rendah pada impor pangan dan logistik global memiliki tingkat inflasi yang lebih  rendah saat terjadi krisis geopolitik.

Petani sebagai aktor utama dalam MBG memastikan bahwa "Kedaulatan Pangan" bukan lagi slogan politik, melainkan kenyataan ekonomi di mana kebutuhan  dasar bangsa dipenuhi oleh tanahnya sendiri, oleh rakyatnya sendiri, untuk masa depan generasinya  sendiri.

Sebagai kesimpulan, integrasi antara peningkatan kesejahteraan petani, penciptaan lapangan kerja  baru, dan program Makan Bergizi adalah kunci transformasi Indonesia.

Data 2020-2025 menunjukkan  bahwa investasi pada petani adalah investasi dengan imbal hasil (ROI) tertinggi bagi kemandirian  bangsa. Kemandirian ekonomi desa bukan lagi impian, melainkan realitas yang sedang dibangun  melalui piring-piring makan bergizi anak sekolah dan kenaikan Nilai Tukar Petani yang berkelanjutan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini