Sikap Trump yang terus menyerang Iran dengan menumbalkan nyawa para prajurit AS dan “membakar” triliunan dolar AS terus mendapatkan kritik baik dari level domestik maupun komunitas global.
Cepat atau lambat, moralitas perang yang buruk yang dipraktikkan oleh Trump dan Netanyahu akan mendegradasi semangat dan moral tempur para prajurit di lapangan.
Sedangkan di sisi Iran, peperangan yang dilandasi oleh moralitas perang yang konstruktif dan bermartabat akan menuntun Bangsa Persia untuk berperang sampai titik darah penghabisan.
Iran bahkan menolak tawaran mediasi yang diinisiasi oleh banyak negara dengan berpegang pada pandangan bahwa AS telah menodai proses diplomasi yang telah dilakukan sebelumnya.
Bandul kemenangan peperangan belum bisa diprediksi ke arah mana, termasuk opsi-opsi perdamaian di antara pihak yang bertikai.
Namun satu hal yang patut dicatat, bahwa moralitas peperangan yang dibangun Iran sejak perang pecah mendudukkan Iran sebagai bangsa terhormat dan negara pemenang perang yang sesungguhnya.
Baca tanpa iklan