News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Iran Vs Amerika Memanas

Perang AS–Israel vs Iran dalam Timbangan Moralitas dan Hukum Humaniter

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Secara sederhana, asas yang termaktub dalam hukum perang mencakupi pembedaan secara tegas antara kombatan dan non-kombatan, asas proporsionalitas yang mengatur bobot serangan dan dampak yang ditimbulkan, esensi kepentingan dan objektif militer, serta potensi terjadinya penderitaan yang tidak perlu yang diderita oleh pihak-pihak yang melakoni peperangan tersebut. Dengan berpijak pada asas-asas hukum perang tersebut, mari kita periksa satu-satu moralitas perang pihak-pihak yang terlibat.

Serangan rudal balistik AS dan Israel ke kediaman Sayyid Ali Khamanei dan keluarganya ditujukan untuk menghilangkan nyawa pemimpin negara.

Di sini, terlihat intensi AS dan Israel untuk menggulingkan rezim pemerintahan yang berkuasa, bukan intensi untuk mencari titik temu jangka panjang. Yang lebih fatal, serangan militer yang dilakukan oleh kedua negara menewaskan warga sipil yang tidak berdosa.

Lebih dari 100 orang siswi sebuah madrasah di Iran menjadi korban dari kekejian perang yang dilakukan oleh kedua negara. Baik AS dan Israel menghujani 26 dari total 28 provinsi yang ada di Iran dengan rudal-rudal balistik penghancur.

Tergambar jelas intensi buruk keduanya untuk menjadikan Iran rata tanah, tidak peduli apakah serangan tersebut menyasar kombatan atau non-kombatan, tidak peduli pada asas proporsionalitas perang, apalagi asas penderitaan yang tidak perlu.

Hal ini berbanding terbalik dengan moralitas peperangan yang dipegang teguh oleh Iran. Iran melakukan serangan balasan secara terhormat dengan menyerang ibukota Israel yang menjadi pusat pertahanan dan pangkalan-pangkalan militer AS yang berada di Timur Tengah.

Iran juga melancarkan gelombang serangan terhadap kapal induk yang menjadi episentrum serangan AS di Kawasan Teluk.

Merespons serangan balasan Iran, lagi-lagi AS menunjukkan moralitas perang yang buruk tanpa malu-malu dengan mengagitasi dan mempropaganda negara-negara sekutunya di Timur Tengah seperti UEA, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Bahrain untuk turut serta membela kepentingan nasional AS dan Israel.

Buruknya moralitas perang AS juga ditunjukkan kepada negara-negara sekutunya di NATO. AS memaksakan kehendak kepada negara-negara sekutu seperti Kanada dan Spanyol untuk memberikan pangkalan militernya dalam mendukung serangan AS yang mulai terdesak oleh rudal-rudal tempur Iran.

Menyikapi respons sekutu yang menolak, AS mengancam akan menerapkan tarif resiprokal yang tinggi.

Cacat Formulasi Kebijakan Perang

Keputusan Trump untuk membantu Israel dalam menyerang Iran sejatinya lahir dari sebuah formulasi kebijakan luar negeri yang cacat. Dalam hal ini, masyarakat AS menolak cacat moral dalam peperangan ditujukan kepada AS sebagai sebuah negara.

Cacat moral peperangan adalah milik Trump yang mengatasnamakan AS sebagai subjek peperangan. Selaku kepala negara, Trump tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan kongres yang menjadi representasi suara masyarakat domestik AS.

Kebijakan Trump juga mendapat penolakan keras dari kekuatan politik yang ada di AS, bukan saja dari Partai Demokrat yang menjadi musuh alami Donald Trump, tapi juga para politisi Partai Republik tempat Trump bernaung. Pandangan yang sama juga muncul dari aliansi AS di NATO.

Keputusan Trump yang membawa AS ke zona perang tidak dikonsultasikan terlebih dahulu ke aliansi. Negara-negara anggota NATO merasa difait-accompli oleh AS dan “dijebak” untuk mematuhi klausul perang yang mereka sepakati bersama di NATO-ketika satu negara diserang, maka dianggap serangan terhadap negara lain.

Iran Pemenang

Peperangan yang terjadi antara AS-Israel dan Iran saat ini telah memasuki hari ketujuh atau kurang lebih satu pekan lamanya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini