Kebijakan capital control menghalangi China dengan mata uang yuan menjadi pemain dominan secara global.
Dalam hal ini, bank sentral China lebih memilih mengorbankan kebebasan arus modal untuk menjaga independensi kebijakan moneter dan kestabilan nilai tukarnya. Bank sentral China tidak bersedia mengurangi kontrol terhadap perekonomiannya, khususnya yang berkaitan dengan lalu lintas modal antar negara.
Akhirnya, bagi Indonesia, menghadapi situasi multipolar, pilihan kebijakannya adalah mendiversifikasi cadangan devisanya sehingga tidak tergantung pada satu mata uang, yaitu dollar AS. Meningkatkan porsi yuan China dan euro Uni Eropa dalam keranjang cadangan valuta asing Bank Indonesia (BI).
Termasuk, mengurangi ketergantungan terhadap dollar AS dalam transaksi perdagangan internasional dengan memperluas kesepakatan local currency transaction (LCT), terutama negara mitra dagang utama. LCT akan Meminimumkan kerugian kurs akibat depresiasi ekstrim rupiah per dollar AS, seperti yang terjadi saat ini.
Baca tanpa iklan