News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Menyikapi Transisi Menuju Dunia Multipolar

Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BENDERA AMERIKA SERIKAT - dunia multipolar menempatkan AS bukan lagi sebagai pemain tunggal (monopoli). Terdapat negara lain yang ikut mengendalikan perekonomian global dengan mata uangnya masing-masing. Kandidatnya, Uni Eropa dengan mata uang euro dan China dengan yuan. 

Kebijakan capital control menghalangi China dengan mata uang yuan menjadi pemain dominan secara global.

Dalam hal ini, bank sentral China lebih memilih mengorbankan kebebasan arus modal untuk menjaga independensi kebijakan moneter dan kestabilan nilai tukarnya. Bank sentral China tidak bersedia mengurangi kontrol terhadap perekonomiannya, khususnya yang berkaitan dengan lalu lintas modal antar negara.   

Akhirnya, bagi Indonesia, menghadapi situasi multipolar, pilihan kebijakannya adalah mendiversifikasi cadangan devisanya sehingga tidak tergantung pada satu mata uang, yaitu dollar AS. Meningkatkan porsi yuan China dan euro Uni Eropa dalam keranjang cadangan valuta asing Bank Indonesia (BI). 

Termasuk, mengurangi ketergantungan terhadap dollar AS dalam transaksi perdagangan internasional dengan memperluas kesepakatan local currency transaction (LCT), terutama negara mitra dagang utama. LCT akan Meminimumkan kerugian kurs akibat depresiasi ekstrim rupiah per dollar AS, seperti yang terjadi saat ini.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini