Tribun

Jangan Benci Plastik, Kendalikan Penggunaannya

Menyingkirkan plastik sepenuhnya sangat tidak mungkin, tetapi juga tidak perlu. Apa yang perlu kita lakukan adalah belajar untuk berhenti…

Menyingkirkan plastik sepenuhnya sangat tidak mungkin, tetapi juga tidak perlu. Apa yang perlu kita lakukan adalah belajar untuk berhenti menggunakan plastik berkualitas rendah, menggatinya dengan plastik kualitas bagus.

Pekan lalu, para ilmuwan mengungkapkan jumlah mikro plastik yang semakin meningkat di lapisan es di Laut Arktik, serta di dalam endapan seluas dua kilometer di bawah Great Ocean Bight.

Senator Australia dari Partai Hijau Peter Wilson mengatakan krisis daur ulang Australia saat ini menunjukkan mengapa plastik harus dihapuskan dari kehidupan sehari-hari.

Tetapi dapatkah masyarakat berfungsi tanpa plastik? Dan apakah ada plastik yang layak disimpan?

Profesor Anthony Ryan, seorang profesor kimia fisik di Universitas Sheffield, mengatakan bukan plastik yang menjadi masalah, tetapi bagaimana orang memilih mengatasi plastik.

"Plastik tidak buruk. Apa yang dilakukan orang-orang dengan plastik itu yang buruk," katanya.

"Alasan kita membuang plastik dari TPA dan masuk ke laut adalah karena ada kolusi antara produsen pengemasan dan konsumen untuk menggunakan plastik sekali pakai," katanya.

Profesor Ryan mengatakan sebelum konsumen terlepas dari ketergantungan pada kenyamanan berbelanja dan mulai menolak plastik sekali pakai, penyedia plastik akan terus memproduksinya.

"Itu kenyamanan dengan harga termurah," katanya.

Dia mengatakan bukan konsumen atau produsen yang harus membayar biaya mengumpulkan dan mendaur ulang limbah. Sebaliknya, masyarakatlah yang harus menanggung biaya itu.

"Tragedinya yaitu kita membuang sampah ke pekarangan orang lain," katanya.

Bagaimana menyingkirkan plastik berkualitas buruk?

Profesor Ryan menegaskan perlunya aturan untuk menghentikan penggunaan plastik berkualitas rendah, yaitu plastik sekali pakai.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas