Tribun

Bea Cukai Layani Registrasi IMEI untuk Pekerja Migran dan Pelajar dari Luar Negeri

Bea Cukai terus memberikan berbagai kemudahan dalam pendaftaran atau registrasi IMEI handphone dari luar negeri.

Editor: Content Writer
zoom-in Bea Cukai Layani Registrasi IMEI untuk Pekerja Migran dan Pelajar dari Luar Negeri
dok. Bea Cukai
Kali ini pelayanan pendaftaran IMEI dilakukan Bea Cukai kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Surabaya dan pelajar repatriasi dari Malaysia di Kalimantan Utara. 

TRIBUNNEWS.COM – Bea Cukai terus memberikan berbagai kemudahan dalam pendaftaran atau registrasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) handphone dari luar negeri. Kali ini pelayanan pendaftaran IMEI dilakukan Bea Cukai kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Surabaya dan pelajar repatriasi dari Malaysia di Kalimantan Utara.

Di Surabaya, Bea Cukai Juanda melakukan pelayanan jemput bola bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ingin melakukan registrasi IMEI, Jumat (4/2/2022). Pelayanan jemput bola kali ini diberikan kepada para PMI yang telah melalui proses karantina di dua tempat, yaitu Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur dan Balai Diklat Kementerian Agama Surabaya yang sama-sama berlokasi di Ketintang.

“Sama halnya dengan kegiatan sebelumnya di asrama haji, salah satu program utama Kawan Migran oleh Bea Cukai Juanda yaitu IMEI Keliling (ELING) dibuat agar para PMI tidak perlu repot datang ke Kantor Bea Cukai untuk mendaftarkan IMEI perangkatnya, juga merupakan upaya mendukung penerapan protokol kesehatan dengan mengurangi mobilitas antar wilayah,” jelas Hatta Wardahana, Kasubdit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai.

Hatta menambahkan bahwa dari sekitar 148 Pekerja Migran Indonesia menjalani karantina di kedua tempat tersebut, beberapa diantaranya telah melakukan registrasi IMEI kepada petugas Bea Cukai Juanda dengan tertib serta menerapkan protokol kesehatan menggunakan masker, sarung tangan, dan menjaga jarak.

“Layanan registrasi IMEI tak terbatas dilakukan di Pos Registrasi IMEI, namun juga dapat dilakukan secara online melalui laman portal.bcjuanda.site/imei atau datang ke Kantor Bea Cukai terdekat. Apabila IMEI telah diregistrasikan tetapi belum mendapat sinyal, penumpang dapat menghubungi contact center Kemenkominfo di 159,” ujar Hatta.

Sementara itu di Kalimantan Utara, Bea Cukai Nunukan melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap barang penumpang milik 148 pelajar repatriasi dari Malaysia yang tiba di Pelabuhan Internasional Tunon Taka, Kab. Nunukan, pada Rabu (9/2/2022). Tujuan para pelajar tersebut adalah untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia.

“Kedatangan pelajar repatriasi tiba sekitar pukul 17.00 WITA dan dilakukan tes SWAB Antigen dan PCR serta pemeriksaan kelengkapan dokumen imigrasi, sebelum memasuki kawasan pemeriksaan Bea Cukai Nunukan. Selain pemeriksaan barang bawaan, Bea Cukai Nunukan juga melakukan pelayanan pendaftaran IMEI atas perangkat telekomunikasi yang dimiliki penumpang yang datang dari luar daerah Pabean,” tutup Hatta. (*)

Ikuti kami di
berita POPULER
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas