Tribun

Bea Cukai Dorong Ekspor, Kini Biji Kelapa hingga Sarung Tangan Tembus Pasar Luar Negeri

Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana mengungkapkan para pelaku usaha dalam negeri semakin banyak melakukan ekspor.

Editor: Content Writer
zoom-in Bea Cukai Dorong Ekspor, Kini Biji Kelapa hingga Sarung Tangan Tembus Pasar Luar Negeri
Istimewa
Kegiatan ekspor dilaksanakan oleh PT Sulawesi Global Commodity di Palu, Sulawesi dan PT Woonel Midas Leather di Gunung Kidul, Yogyakarta. 

TRIBUNNEWS.COM – Asistensi terhadap industri dalam negeri yang diberikan Bea Cukai terus membuahkan hasil. Kini semakin banyak produk-produk dalam negeri yang dapat bersaing dan merambah pasar internasional.

Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana mengungkapkan para pelaku usaha dalam negeri semakin banyak yang melakukan ekspor.

“Bea Cukai terus secara aktif memberikan asistensi terkait ekspor, selain itu Bea Cukai juga memberi insentif berupa fasilitas kepabeanan untuk meningkatkan kinerja perusahaan sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas,” ungkap Hatta. Kegiatan ekspor kali ini dilaksanakan oleh PT Sulawesi Global Commodity di Palu, Sulawesi dan PT Woonel Midas Leather di Gunung Kidul, Yogyakarta.

Bea Cukai Pantoloan memberikan asistensi terkait ekspor perdana yang dilaksanakan PT Sulawesi Global Commodity dengan tujuan Tiongkok. Sebanyak 3.000 ton biji kepala diekspor langsung dengan metode breakbulk yang dapat mempersingkat waktu tempuh pengiriman dari 45 hari menjadi 6 hari.

Selain itu, PT Sulawesi Global Commodity mempunyai target untuk meningkatkan ekspor kelapa hingga mencapai 10.000 ton setiap bulannya.

Tak hanya biji kelapa, kedepannya produk olahan kelapa lainnya seperti serabut kelapa dan air kelapa juga akan diekspor. Hal ini dikarenakan komoditas kelapa dan olahannya merupakan primadona di pasar Tiongkok.

Tidak ketinggalan, Bea Cukai Yogyakarta mengasistensi PT Woneel Midas Leathers yang mengirimkan 51.264 pasang glove utility ke Amerika Serikat. Dikemas dalam 712 karton, glove tersebut diangkut menggunakan 2 kontainer berukuran 40 feet. Produk glove diekspor melalui Tanjung Emas sebagai pelabuhan muat. Nilai ekspornya 749.225,52 USD atau sekitar 10,5 miliar.

PT Woneel Midas Leather berlokasi di Semin, Gunung Kidul. Perusahaan ini mendapatkan fasilitas kawasan berikat dari Bea Cukai pada pada 11 April 2019. Dengan fasilitas ini, maka importasi bahan baku yang dilakukan oleh perusahaan mendapatkan penangguhan bea masuk dan pajak dalam rangka impor tidak dipungut sepanjang barang produksinya diekspor. Selain melayani dokumen ekspor, petugas Bea Cukai Yogyakarta juga mengawasi pemuatan serta melakukan penyegelan terhadap sarana pengangkut.

Ikuti kami di
berita POPULER
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas