Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tangkis Efek Pelemahan Rupiah Lewat Percepatan Infrastruktur

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan tidak akan memberikan penyesuaian bagi kontrak konstruksi terkait pelemahan nilai rupiah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan tidak akan memberikan penyesuaian bagi kontrak konstruksi terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Wakil Menteri PU Hermanto Dardak mengakui kondisi pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika berdampak pada biaya naiknya harga material utama konstruksi, seperti beton yang merupakan agregat dari pasir dan semen. Dua komoditas ini sebagian dipasok dari daerah lokal.

Untuk itu, dia mengungkapkan pihaknya akan memacu percepatan pembangunan infrastruktur agar dapat mendukung sektor konstruksi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Jadi solusi dari kami memang percepatan pembangunan infrastruktur. Kalau infrastrukturnya cepat jadi, konstruksi juga semakin terdukung,” ujar Hermanto Dardak, Minggu (25/8/2013).

Namun, dia menyebutkan material utama konstruksi  lainnya seperti aspal dan besi baja yang masih diimpor akan mempengaruhi biaya konstruksi.

“Pengaruh melemahnya rupiah ada, dalam arti ada komponen material dari luar. Nah besi baja ini yang masih banyak impor juga, terutama yang high strength steel," jelas Hermanto.

Kendati begitu, Hermanto mengungkapkan tidak akan ada penyesuaian pada kontrak konstruksi yang sedang berjalan. Dia berharap para penyelenggara proyek konstruksi dapat melakukan optimasi dan efisiensi dalam menghadapi peningkatan biaya tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

“Sampai sekarang kita tidak ada penyesuaian lah. Ini pinter-pinternya yang melaksanakan di lapangan melakukan optimasi dan efisiensi,” jelas Hermanto.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas