Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Moratorium Kebun Sawit Baru, Perlu Atau Tidak?

Gapki berargumen, sawit merupakan sektor strategis yang menyumbang hasil ekspor senilai US$ 19 miliar pada 2015.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Moratorium Kebun Sawit Baru, Perlu Atau Tidak?
PALM OIL PLEDGE
Indonesia saat ini menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia dan memberikan 6 juta lapangan kerja. 

Hartmann menyatakan, praktik berkelanjutan telah menciptakan dampak nyata terhadap petani plasma dan swadaya yang didampingi Cargill.

"Praktik ini terbukti telah menaikkan pendapatan, memungkinkan operasional yang lebih efisien, tepat guna, dan menghasilkan panen yang lebih tinggi," ujarnya.

Anita Neville, Vice President Corporate Communications and External Affairs, Golden Agri-Resources menyatakan, pihaknya menyambut baik agenda moratorium kebun kelapa sawit tersebut. 

Dia menandaskan, Golden Agri akan mendukung inisiatif pemerintah tersebut.

Maklum, moratorium ini merupakan sinyal perbaikan industri kelapa sawit di Indonesia. Upaya ini juga indikator memperkuat pengelolaan sektor pertanian berkelanjutan, termasuk dukungan bagi Badan Restorasi Gambut.

Director of CSR and Sustainable Development Musim Mas Holdings juga mendukung agenda moratorium kebun kelapa sawit.

Dia menilai, moratorium lahan sawit menjadi langkah awal mensinergikan aneka program pemberdayaan petani sawit yang digalang sejumlah pihak.

Rekomendasi Untuk Anda

Reporter: Noverius Laoli

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas