Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Menteri Perdagangan: Revolusi Mental Dimulai Dari Orang Gila

Bukti nyata dari revolusi mental menurut Thomas Lembong, adalah penyesuaian pemikiran antara lembaga pemerintah pusat

Menteri Perdagangan: Revolusi Mental Dimulai Dari Orang Gila
Tribunnews.com/Adiatmaputra Fajar
Menteri Perdagangan Thomas Lembong 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata banyak membuahkan hasil. Hal itu terbukti dengan banyaknya terobosan baru yang selama ini tidak pernah dikembangkan pemerintah.

Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengakui keberhasilan revolusi mental selama ia menjadi bagian dari pemerintahan. Menurut Thom, butuh keberanian dan sedikit kegilaan untuk bisa menjalankan revolusi mental.

"Revolusi mental dimulai orang-orang sedikit gila. Saya melihat perubahan begitu drastis, bukan hanya keberanian tapi juga harus nyentrik," ujar Thomas di Economic Outlook 2016 "ASEAN Economic Community Indonesia to Punch Above Its Weight, Jakarta, Kamis (12/5/2016).

Thomas pun mengakui cara kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla patut diacungi jempol. Karena selama ia bekerja, mereka tidak hanya duduk menunggu hasil, melainkan ikut turun ke lapangan melihat solusi.

"Pak Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat anti Asal Bapak Senang (ABS). Mereka mau tahu apa masalahnya, apa kendala, apa yang bisa saya kita kerjakan," ungkap Thomas.

Bukti nyata dari revolusi mental menurut Thomas Lembong, adalah penyesuaian pemikiran antara lembaga pemerintah pusat. Hal itu sangat sulit dijalankan selama ini, namun kabinet kerja berhasil menyatukan perbedaan pendapat.

"Untuk menyatukan pendapat antara kementerian saya akui sangat sulit," ujar Thomas.

Thomas menambahkan, bukti lain dari adanya revolusi mental adalah sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah. Karena selama ini pemerintah di tingkat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota berjalan sendiri-sendiri.

"Baru 4 sampai 5 bulan lalu mengundang berkala Gubernur seluruh Indonesia di istana, mensinkronkan sikap dan strategi," ungkap Thomas.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas