Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ekonomi Melambat, Yusril Kritik Pemerintah yang Naikkan Pajak Rakyat

Seharusnya pemerintah justru meringankan pajak untuk rakyat saat kondisi susah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Ekonomi Melambat, Yusril Kritik Pemerintah yang Naikkan Pajak Rakyat
Harian Warta Kota/henry lopulalan
MISI DAN VISI - Ketua DPW PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo dan Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra (baju putih) di Kantor DPP Partai Amanat Nasional (PAN) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/6/2016). Yusril di undang DPP PAN untuk menyampaikan visi dan misinya sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, percaya pelambatan ekonomi dalam negeri dipengaruhi kondisi perekonomian global yang kurang baik.

Dalam sambutannya di acara buka bersama, di kantor DPP PBB, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (26/6/2016), Yusril menyayangkan bahwa pemerintah menanggapi situasi tersebut dengan menaikkan tarif pajak dari rakyat yang tengah kesulitan.

"Langkah-langkah yang diambil sebenarnya langkah paling gampang, yaitu menaikkan pajak setinggi-tingginya," ujar Yusril.

Alhasil rakyat yang daya belinya tengah turun karena masalah ekonomi, kata Yusril, akan semakin kesulitan.

Seharusnya pemerintah justru meringankan pajak untuk rakyat saat kondisi susah.

"Tidak ada teorinya itu ekonomi lesu pajak dinaikkan. Seharusnya pajak diturunkan," ujarnya.

Soal kondisi masyarakat yang tengah terpuruk, ia mengaku sudah mendengar langsung saat pulang kampung ke Blitung, sesaat sebelum bulan ramadan.

Rekomendasi Untuk Anda

Salah seorang kenalannya menyambangi Yusril, dan menceritakan betapa susahnya untuk mencari nafakah halal.

Bahkan nelayan hasil tangkapannya banyak tidak laku, karena daya beli masyarakat yang rendah.

"Jangankan cari yang halal, yang haram pun susah. Pergi saja ke hutan, jangankan (dapat) rusa yang halal, (dapat) babi saja susah," kata Yusril menirukan ucapan kenalannya itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas