Pelajar Indonesia Berkontribusi Geliat Industri Properti di Australia
Orang Indonesia ternyata cukup banyak yang memutuskan untuk membeli properti di Australia
Editor: Eko Sutriyanto
“Beberapa orang tua bahkan ada yang melakukan transaksi pembelian sekitar 5 tahun sebelum tahun ajaran dimulai, sehingga keuntungan (return of investment) yang di dapat bisa menjadi uang pangkal atau bahkan menutup biaya total perkuliahan,” tambahnya.
Keuntungan berinvestasi properti di sana memang tidak dapat dipandang sebelah mata. Dalam tiga tahun masa pendidikan, keuntungan yang didapat bisa mencapai 100 persen atau lebih, demikian tutur Aimee.
Ditambah lagi, mulai bulan Juli 2016, pemerintah Australia melonggarkan kebijakan pelajar asing yang ingin mendapatkan visa pelajar di negeri Kanguru tersebut.
Kebijakan tersebut akan semakin mendongkrak pasar properti Australia, khususnya di Melbourne dan Sydney.
Beberapa kemudahan regulasi ini mencakup 10 tahun visa pelajar percobaan, aplikasi visa dalam bahasa Mandarin dan proses pengajuan visa yang lebih sederhana.
Dengan regulasi yang semakin mudah tersebut, jumlah pelajar asing akan semakin banyak berdatangan untuk menuntut ilmu pendidikan di Australia.