Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Proyek PLTGU Jawa 1 Diprediksi Tertunda Hingga 2021

PLN akan mengumumkan pemenang tender PLTGU Jawa 1 berkapasitas 2X800 megawatt pada awal Oktober 2016.

Proyek PLTGU Jawa 1 Diprediksi Tertunda Hingga 2021
Harian Warta Kota/henry lopulalan
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan mengumumkan pemenang tender PLTGU Jawa 1 berkapasitas 2X800 megawatt pada awal Oktober 2016.

Saat ini, PLN tengah menyeleksi empat konsorsium perusahaan yang mengikuti tender pembangunan PLTGU Jawa I.

Kempat konsorsium itu yaitu konsorsium Mitsubishi Corp-JERA-PT Rukun Raharja Tbk-PT Pembangkitaan Jawa Bali (anak usaha PLN),konsorsium PT Adaro Energi Tbk-Sembcorp Utilities PTY Ltd, konsorsium PT Medco Power Generation Indonesia-PT Medco Power Indonesia (keduanya merupakan anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk)-Kepco-dan Nebras Power, serta konsorsium Pertamina-Marubeni-Sojits.

Sesuai Request for Proposal dari PLN yang dibuat konsultan Ernst&Young; sebagai kuasa PLN untuk melelang pekerjaan PLTGU Jawa 1, rencana titik serah listrik bisa dilakukan di dua titik, yaitu Muara Tawar dan Cibatu Baru (dekat dengan Cilamaya), Karawang.

Dua titik serah ini telah mempertimbangkan efisiensi pembangunan PLTGU.

Kemampuan menyelesaikan proyek tepat waktu (termasuk commercial operation date/COD sebelum akhir 2020) dan ketersediaan lahan merupakan salah satu dari lima kriteria yang harus dipertimbangkan PT PLN (Persero) dalam menentukan pemenang lelang proyek.

Empat kriteria lain dalam menetapkan pemenang tender adalah kualitas pekerjaan, harga penawaran, kemampuan pendanaan, serta kredibilitas dan pengalaman.

"Kelima kriteria ini saling terkait dan faktor penyelesaian proyek adalah sangat penting selain menjadi ukuran keberhasilan proyek juga menjadi pertaruhan kredibilitas dan memunculkan ketidakpercayaan publik (public distrust)," ujar Syamsir Abduh, Anggota Unsur Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional di Jakarta, Rabu (28/9).

Menurut Syamsir, salah satu pertimbangan PLN memutuskan lokasi PLTGU Jawa 1 di lahan reklamasi Muara Tawar adalah karena lahan yang terbatas, tingkat kematangan lahan dan kebutuhan untuk mengangkut sumber daya listrik.

Selain itu karena pertimbangan biaya sehingga pembangunan reklamasi menjadi tanggungjawab pengembang sebagai pemenang lelang.

Dengan lahan reklamasi, COD PLTGU Jawa 1 diproyeksikan molor hingga Mei 2021. Hal ini tentunya sangat merugikan PLN dan masyarakat.

Sementara itu, dengan lahan yang sudah ada di Cilamaya, COD malah bisa maju hingga Desember 2019, bahkan mechanical completion-nya bisa dilakukan April 2019.

Konsorsium Adaro, Medco, dan Mitsubishi diketahui akan memakai lahan dari hasil reklamasi laut di sekitar Muara Tawar.
Sementara itu Pertamina diuntungkan karena akan memanfaatkan lahan sendiri di Cilamaya yang berdekatan dengan Cibatu Baru. (Febrina Ratna Iskana)

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas