Tribun Bisnis

Tax Amnesty

Romi Nilai Tax Amnesty Berhasil Karena Jokowi Berani 'Pasang Badan'

"Izinkan saya sampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah dan DPR," kata Romi.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Hasanudin Aco
Romi Nilai Tax Amnesty Berhasil Karena Jokowi Berani 'Pasang Badan'
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Romahurmuziy 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy dalam pidato pembukaan Mukernas I partainya memuji kinerja DPR dan Pemerintah yang telah mampu menghasilkan Undang-Undang Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty.

"Izinkan saya sampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah dan DPR yang dengan kerja kerasnya merampungkan salah satu tonggak dalam revolusi sistem perpajakan di Indonesia dengan menghadirkan UU No. 11 tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty," kata Romahurmuziy di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin (3/10/2016).

‎Pria yang akrab disapa Romi itu menuturkaan, berdasarkan data yang ia kutip dari laman Dirjen Pajak per 30 September 2016, hari berakhirnya tahap pertama tax amnesty, uang tebusan yang terkumpu mencapai Rp 97,2 triliun yang berasal dari deklarasi dalam dan luar negeri serta repatriasi harta‎ WNI dari luar negeri. 

"Meskipun angka ini masih belum menutupi target yang ditetapkan sebesar Rp 165 triliun dalam APBNP 2016, saya meyakini bahwa dengan ketegasan Bapak Presiden untuk 'pasang badan' bagi para wajib pajak yang mengikuti tax amnesty, pada tanggal 31 Desember 2016 angka tersebut akan terlampaui," tuturnya.

Optimisme itu, kata Romi didukung kenyataan bahwa jumlah harta yang dideklarasikan sudah jauh di atas seluruh negara yang pernah melakukan program serupa, antara lain Australia, Spanyol dan Italia.

Dikatakannya, keberhasilan program tax amnesty akan menuntun pada peningkatan tax base pada tahun fiskal berikutnya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan tax ratio Indonesia yang hingga hari ini masih di kisaran 11-12 persen saja. 

"Pada gilirannya, diharapkan penerimaan pajak meningkat sehingga ruang fiskal pemerintah dalam melaksanakan pembangunan untuk rakyat sebagai amanat undang-undang menjadi lebih leluasa," imbuhnya.‎

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas