Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Impor Daging Kerbau dari India Gagal Turunkan Harga Daging di Pasar

Hilal, pedagang daging lainnya mengatakan, harga di bawah Rp 60.000 per kg yang ditawarkan Perum Bulog sebenarnya tidak masuk akal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Impor Daging Kerbau dari India Gagal Turunkan Harga Daging di Pasar
PPSKI
Daging sapi di rumah pemotongan hewan Ciroyom Bandung, Selasa (5/7/2016) 

Jika dipotong, sudah menyusut sekitar 2%-3%. Padahal tidak semua konsumen membeli satu kilogram, katanya.

Proses pencairan dan pemotongan lemak juga mengurangi banyak berat daging. Misal, daging kerbau satu kg dicairkan, kandungan airnya sekitar 15%. Belum lagi dibersihkan lemaknya. Lemak kerbau sekitar 25% dari beratnya, kata Asmawi.

Menurutnya, intervensi harga daging harusnya tidak hanya dilakukan dari hulu sampai hilir. Jika pemerintah ingin harga di bawah Rp 100.000 per kg, bisa kerjasama dengan pedagang eceran.

Semua fasilitas frezeer disediakan dan daging kerbau sudah dipotong-potong menjadi 1 kg, kg, dan kg," katanya.

Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita mengatakan, soal harga menjadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan. Pemerintah telah bekerjasama dengan Bulog untuk operasi pasar.

Harga ditentukan sesuai MoU antara Bulog dan Asosiasi Distribusi Daging Indonesia (ADDI) lewat Kementerian Perdagangan, katanya. 

 Reporter: Elisabeth Adventa

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas