Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Sri Mulyani Minta Pengusaha Bayar Pajak dan Buktikan Industri Sawit Ramah Lingkungan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta anggapan global soal industri sawit tidak ramah lingkungan harus segera diselesaikan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Sri Mulyani Minta Pengusaha Bayar Pajak dan Buktikan Industri Sawit Ramah Lingkungan
Repro/KompasTV
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memberikan sambutan di sela-sela meninjau pelayanan hari terakhir program pengampunan pajak atau tax amnesty di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jumat (31/3/2017) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta anggapan global soal industri sawit tidak ramah lingkungan harus segera diselesaikan.

Indonesia juga harus segera menjawab pernyataan parlemen Uni Eropa yang menganggap industri sawit Indonesia tidak berkelanjutan.

"Ini pekerjaan rumah luar biasa penting. Saya berharap industri kelapa sawit bisa membuktikan dari anggapan kegiatan penanaman ini menciptakan gangguan lingkungan," ucap Sri di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2017).

"Kita semua tahu parlemen Eropa pada tahun ini melakukan resolusi untuk menerapkan rantai pasokan berkelanjutan 100 persen," sambung Sri.

Menteri Sri menegaskan agar Indonesia yang memiliki industri sawit yang besar harus dapat membuktikan industri mereka dapat menyejahterakan petani dan seluruh masyarakat.

"Indonesia sebagai pemain besar harusnya bisa menjawab, bahwa kita memiliki kegiatan ekonomi yang sustainable secara lingkungan, menyejahterakan tidak hanya petani tapi juga seluruh masyarakat. Jangan sampai yang tidak terlibat harus menanggung seperti kebakaran hutan yang biayanya sampai 16 billion USD," ungkap dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Menteri Sri juga mengingatkan agar pengusaha industri sawit tidak lupa membayar pajak, sebagai keadilan sosial masyarakat Indonesia.

"Saya berharap pelaku besar bisa sampaikan ekspresi atau kepatuhan dalam membayar pajak berdasarkan jumlah lahan, produksi, tidak melakukan praktek transfer pricing yang tidak adil bagi RI," tegas Menteri Sri.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas