Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bank Dunia: Cryptocurrency Seperti Skema Ponzi

Pernyataan terbaru pejabat Bank Dunia ini kembali mempertanyakan legitimasi mata uang digital seperti Bitcoin.

Bank Dunia: Cryptocurrency Seperti Skema Ponzi
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Beberapa toko di Jepang menerima pembayaran menggunakan bitcoin. 

Laporan Reporter Kontan, Barratut Taqiyyah Rafie

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Pimpinan Bank Dunia membandingkan cryptocurrencies dengan "skema Ponzi". "Dalam hal menggunakan Bitcoin atau beberapa cryptocurrency lainnya, kami juga mengamatinya. Tapi saya beritahu bahwa sebagian besar kripto pada dasarnya adalah skema Ponzi. Masih belum jelas bagaimana cara kerjanya," jelas Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim seperti yang dikutip Bloomberg.

Pernyataan terbaru pejabat Bank Dunia ini kembali mempertanyakan legitimasi mata uang digital seperti Bitcoin.

Pihak pemberi pinjaman "terlihat sangat hati-hati" dengan teknologi blockchain, sebuah platform yang menggunakan apa yang disebut buku besar terdistribusi yang memungkinkan aset digital diperdagangkan dengan aman.

"Ada harapan teknologi tersebut bisa digunakan di negara-negara berkembang untuk mengikuti arus uang secara lebih efektif dan mengurangi korupsi," kata Kim.

Di 2017, nilai mata uang kripto yang beredar melonjak. Namun kemudian nilainya merosot, di mana harga Bitcoin kehilangan hampir dua pertiga nilainya sejak pertengahan Desember.

Baca: Tarif Ruas Jalan Tol Padaleunyi dan Cipularang Naik Mulai 15 Februari 2018

Baca: Terindikasi Overload, 4 Truk Kena Tilang di Ruas Tol JORR

Saat teknologi cryptocurrency memiliki potensi untuk membentuk kembali keuangan global, namun muncul kekhawatiran mengenai volatilitas, potensi pencucian uang atau kejahatan lainnya.

Dalam sebuah pidato pada pekan ini, Kepala Bank of International Settlements Agustin Carstens mengatakan ada "kasus kuat" bagi pihak berwenang untuk mengendalikan mata uang digital karena cryptocurrency berkaitan erat dengan sistem keuangan yang mapan sehingga dapat menyebabkan gangguan.

Sedangkan Pimpinan The Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa tata kelola dan manajemen risiko akan sangat penting untuk cryptocurrency.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas