Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ada Capital Outflow Puluhan Triliun di Pasar Modal, BI Mati-matian Tarik Devisa Masuk

BI kini menghidupkan lagi Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tenor 9 dan 12 bulan untuk menarik minat investor asing.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Ada Capital Outflow Puluhan Triliun di Pasar Modal, BI Mati-matian Tarik Devisa Masuk
KOMPAS IMAGES
ILUSTRASI 

Rupiah lemah

Pelebaran defisit transaksi berjalan itu akan membebani NPI dan memicu defisit NPI. Alhasil, situasi ini seperti mengulang posisi NPI tahun 2013 dan 2015 (lihat tabel).

Proyeksi Juniman, NPI  tahun ini bisa negatif US$ 5 miliar-US$ 7 miliar. Tahun 2017, NPI surplus US$ 12 miliar.

Artinya, aliran dollar keluar dari pasar lebih besar daripada yang masuk. Ini akan berakibat dukungan fundamental terhadap rupiah berkurang.

Tekanan terhadap rupiah pun masih berlanjut. Mau tak mau,  BI akan terus menggunakan cadangan devisa untuk operasi moneter.

"Cadangan devisa tahun ini diperkirakan tinggal US$ 124 miliar-US$ 126 miliar, turun dari US$ 130 miliar pada tahun lalu," kata  Juniman.

Project Consultant Asian Development Bank Institute Eric Sugandi memproyeksikan, tahun ini NPI bisa defisit US$ 4,3 miliar, sementara defisit transaksi berjalan sekitar US$ 26 miliar. 

Rekomendasi Untuk Anda

Kondisi ini berdampak langsung terhadap nilai tukar. "NPI yang defisit menurunkan cadangan devisa, dan menandakan melemahnya daya dukung ekonomi pada rupiah," kata Eric.

Nilai tukar rupiah yang saat ini di level Rp 14.400-an diperkirakan sulit menguat dan kembali ke level Rp 13.500. "Akhir tahun, kurs rupiah masih di 14.400," jelas Eric.

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas