Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

MER-C: PLN Lelet Tangani Pemulihan Aliran Listrik di Palu, Donggala dan Sigi

Gempa bumi dan tsunami mengguncang wilayah Palu, Donggal, Sigi Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in MER-C: PLN Lelet Tangani Pemulihan Aliran Listrik di Palu, Donggala dan Sigi
TRIBUNNEWS/RINA AYU
Konferensi pers Mer-C tentang penanganan pasca tsunami di Sulteng di kantor Mer-C Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga kemanusiaan Mer-C menilai pemulihan pasokan listrik di lokasi bencana seperti Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi, Sulawesi Tengah, terhitung lamban ditangani.

Yogi prabowo relawan medis MERC yang juga berprofesi sebagai dokter ortopedi ini mengatakan, sampai hari ini listrik yang masuk masih 90 persen.

"Pemulihan listrik agak lamban, sampai hari ini pun masih 90 persen pemulihan tapi belum semua 100 persen," kata Yogi dalam konferensi pers di kantor Mer-C, Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018).

Ia mengatakan selama bertugas sebagai relawan kesehatan selama seminggu di rumah sakit Sis-Al Jufrie, pelayanan kesehatan tersebut masih menggunakan genset.

Ia menyebut rumah sakit itu menjadi satu dari dua sakit yang aktif beroperasi di Palu, pasca bencana yang mengakibatkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia.

Baca: Dibuka Dengan Indonesia Raya, Emak-emak Deklarasikan Dukungan Untuk Paslon Prabowo-Sandi

"Artinya termasuk RS Al-Jufri masih menggunakan genset," tutur dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain persoalan pemulihan listrik, Mer-C mengatakan kebutuhan lain yang diperlukan adalah air bersih dan keamanan.

Baca: Dibangun 780 Unit dengan 4 Tower, Ini Harga dan Angsuran Rumah DP 0 Rupiah Klapa Village

Tiga kebutuhan ini juga kata Yogi, seharusnya menjadi prioritas dan perhatian khusus, sejak awal bencana.

"Satu listrik, kedua air bersih air minum, kemudian keamanan. Tiga inilah yang perlu diberikan di awal, setelah itu kesehatan medis dll, supaya kami bisa kerja, dokter masuk dijarah," terang Yogi.

Gempa bumi dan tsunami mengguncang wilayah Palu, Donggal, Sigi Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu.

Dengan gempa berkekuatan 7,4 magnitudo dan tinggi tsunami 11,3 meter, Palu, Donggala dan Sigi porak poranda.

BNPB menyebutkan, korban meninggal dunia mencapai 2.840 orang, dengan kerusakan terparah terjadi di Balaroa dan Petobo.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas