Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ekonom Ini Ragukan Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,2 Persen di 2019

Target tersebut kemungkinan meleset karena masih rendahnya pertumbuhan sektor ritel di Indonesia yang berarti konsumsi masyarakatnya juga rendah.

Ekonom Ini Ragukan Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,2 Persen di 2019
Tribunnews.com/ Nurmulia R Purnomo
M Nawir Messi (tengah). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2019 ditargetkan akan tumbuh hingga 5,2 persen. Namun pengamat ekonomi yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Nawir Messi masih ragu dengan target tersebut.

“Teman-teman banyak yang optimis sekarang lebih dari 5 dan tahun depan 5,2 persen. Saya kok tidak melihat itu,” kata Nawir Messi di acara diskusi di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (15/12/2018).

Nawir menjelaskan, target tersebut kemungkinan meleset karena masih rendahnya  pertumbuhan sektor ritel di Indonesia yang berarti konsumsi masyarakatnya juga rendah. 

Terlebih pertumbuhan sektor ritel yang sudah tidak lagi mencapai dua digit membuat Nawir pesimis bisa mencapai 5,2 persen.

“Ini implikasinya adalah permintaan rumah tangganya stagnan, jadi agak ragu bisa tumbuh 5,2 persen,” ungkap Nawir.

Baca: Politisi PSI Ini Bilang, Praktik Poligami Bikin Sengsara

Selain dua hal tersebut, dari sektor perdagangan pertumbuhan ekspor yang masih rendah dan kurangnya keikut sertaan swasta membuatnya memprediksikan pertumbuhan ekonomi yang tidak bergerak progresif.

Rendahnya geliat swasta tersebut dari pemasangan iklan swasta di media massa yang dinilai menurun dibandingkan iklan dari kementerian atau lembaga.

Baca: BI Klaim, Izin Operasi WeChat Pay dan Alipay Khusus untuk Turis Asing, Bukan untuk Warga Lokal

“Tujuh atau delapan tahun terakhir selalu double digit iklan dari swasta. Tapi sekarang iklan swasta cuma empat persen. Kalau pemerintah dulu 20 sampai 30 persen, sekarang lebih berkontribusi,” kata Nawir. “Ekspor kita stagnan. Tidak ada perubahan mencolok di semester I tahun depan,” pungkas Nawir.

Ikuti kami di
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas