Pengembang Ini Bangun Kluster di Atas Perbukitan Sentul, Dibanderol Rp 4 Miliaran
Sentul Alaya telah memiliki izin resmi pengembangan di lahan seluas 34 Hektar dengan rencana pengembangan selanjutnya hingga 110 Hektar
Editor: Eko Sutriyanto
”Konsep rumah di klaster keempat akan kami buat Garden House (Rumah Taman), yang kiri kanan rumahnya dikelilingi taman rumah dan tidak menempel dengan dinding rumah disebelahnya," katanya.
Sementara untuk luas tanahnya untuk kavling terkecil 264 meter persegi, letaknya di atas perbukitan, dan harganya diperkirakan sekitar Rp 4 milyaran.
"Rencananya akan kami rilis sebanyak 60 unit. Rumah ini nantinya untuk upper class, karena berdasarkan penjualan kami diklaster sebelumnya, rumah-rumah yang laku adalah yang tipe besar-besar dengan harga diatas 2 milyar,” kata Syukurman.
Selain landed house, Sentul Alaya sedang melakukan penawaran NUP untuk proyek High Rise Building.
Lokasinya berada di boulevard Sentul Alaya dan hanya selangkah menuju Sampoerna Academy.
High Rise Building Sentul Alaya dibuat lebih eksklusif dengan 1 lantai hanya 10 unit dengan luas studio 34 meter2 dengan harga berkisar 500juta-1 Milyar, sekitar 15juta/meter.
“Kami menawarkan pilihan High Rise Building untuk menjangkau pasar yang ingin memiliki hunian di Sentul dengan harga Rp 500 jutaan dengan fasilitas yang menyatu dengan alam seperti adanya view padang Golf dan gunung Salak,” kata Syukurman.
Dalam kesempatan yang sama, Waketum Humas Media PI, Jimmy Montolalu mengungkapkan pengembang Indonesia asosiasi yang pertama kali menginisiasi formula pembiayaan alternatif fintech syariah untuk lahan dan modal kerja dengan market perumahan dalam satu program.