Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Luncurkan Produk Syariah, Do-It Angkat Dewan Pengawas Syariah yang Direkomendasikan MUI

Produk Syariah yang diluncurkan Do-It ini menggunakan akad-akad yang sesuai dengan Fatwa DSN-MUI yakni Akad Murabahah dan Akad Wakalah

Luncurkan Produk Syariah, Do-It Angkat Dewan Pengawas Syariah yang Direkomendasikan MUI
HO Via Kontan
PT Glotech Prima Vista (Do-It). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maraknya fintech ilegal yang bermunculan di Indonesia semakin merugikan masyarakat. Selain tidak terdaftar dan diawasi OJK, biasanya fintech ilegal ini menawarkan bunga sangat tinggi dan tidak patuh pada regulasi yang diatur OJK maupun AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersamaan Indonesia).

Jebakan massal dari fintech liar ini menyasar masyarakat yang minim pengetahuan keuangan, terdesak kebutuhan uang dan memiliki gaya hidup konsumtif

Kadi Kusuma, Direktur Do-It menyampaikan, sebagai salah satu Fintech yang terdaftar dan diawasi oleh OJK berkomitmen penuh dalam mendukung inklusi keuangan di Indonesia.

Oleh karena itu, ia mengimbau, masyarakat hendaknya hanya meminjam melalui perusahaan fintech P2P lending yang terdaftar dan diawasi OJK serta aktif di AFPI.

"Salah satunya adalah Do-It, yang telah terdaftar di OJK sejak 23 Mei 2018 dengan No S-358/NB.213/2018," ucap Kadi dilansir Kontan, Rabu (19/6/2019).

Selain itu Do-It juga berperan aktif di AFPI, asosiasi yang telah ditunjuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai asosiasi resmi penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi di Indonesia.

Pada bulan Mei 2019, Do-It telah meluncurkan produk Syariah, di mana melalui produk ini Do-It memberikan pembiayaan dengan cara dan prinsip yang halal sesuai kaidah Syariah agar masyarakat terbebas dari riba.

"Do-It meluncurkan pilot project produk yang berlandaskan dan sesuai prinsip syariah," kata dia.

Produk Syariah ini juga telah mendapat pengakuan oleh DSN-MUI dan Do-It juga telah mengangkat Drs. Hamid Farihi, MA sebagai Ketua dan Dr. Ahmad Zain An Najah, MA sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah yang direkomendasikan oleh Majelis Ulama Indonesia.

Produk Syariah yang diluncurkan Do-It ini menggunakan akad-akad yang sesuai dengan Fatwa DSN-MUI yakni Akad Murabahah dan Akad Wakalah (Ujrah).

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas