Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Menperin Sebut Kebijakan Indonesia di Sektor Industri Sudah Seperti di Eropa

"Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia sudah mirip dengan yang dilakukan negara-negara di Eropa,” ungkapnya.

Menperin Sebut Kebijakan Indonesia di Sektor Industri Sudah Seperti di Eropa
TRIBUNNEWS/RIA ANASTASIA
Menperin Airlangga Hartarto di acara "Transforming Indonesia Economy toward Industry 4.0" di Jakarta, Senin (12/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan, kebijakan Pemerintah di sektor industri sebanding dengan kebijakan pemerintah negara-negara Eropa.

"Studi yang dilakukan oleh EuroCham ini sesuai dengan yang dilakukan oleh Indonesia dalam pengembangan Making Indonesia 4.0. Jadi, relatif mempunyai tingkat kebijakan yang comparable (sebanding) dengan negara-negara lain,” kata Airlangga di acara "Transforming Indonesia Economy toward Industry 4.0" mengutip hasil studi dari European Business Chambers of Commerce (EuroCham) di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Dia menyebutkan, penelitian yang digarap EuroCham membahas empat sektor, yakni manufaktur dan industri 4.0, otomotif, farmasi, serta sumber energi baru yang semua didukung oleh Internet of Things (IoT). 

“Dari sektor-sektor yang dibahas tersebut, kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia sudah mirip dengan yang dilakukan  negara-negara di Eropa,” ungkapnya.

Airlangga mencontohkan, kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan sektor manufaktur dan industri 4.0, Pemerintah Indonesia baru saja menerbitkan regulasi tentang pemberian insentif bagi perusahaan yang menjalankan program pendidikan dan pelatihan vokasi serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan. Ini tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019. 

Baca: Agar Menarik, Harga Jual Mobil Listrik Harus Dibikin Murah

“Negara-negara di Eropa juga memberikan super tax deduction hingga 200 persen untuk perusahaan yang terlibat dalam program pendidikan vokasi. Kemudian memberikan insentif bagi perusahaan yang menciptakan inovasi dari hasil litbangnya, dengan potongan sampai 300 persen,” tuturnya.  

Menperin menyebutkan, pada pengembangan sektor industri otomotif, mengenai pembangunan klaster yang sudah dilakukan di Indonesia, juga sudah mirip dengan yang dilakukan di negara-negara Eropa. 

Baca: Gaikindo Senang, DKI Bebaskan Mobil Listrik dari Aturan Ganjil Genap

Bahkan, kebijakan yang berkaitan dengan mendorong produksi kendaraan beremisi rendah seperti yang sedang dilakukan pula negara-negara Eropa saat ini.

Terkait pengembangan industri kimia, yang juga menjadi salah satu sektor prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, Pemerintah Indonesia juga ikut belajar dari Eropa. 

“Apa yang dilakukan oleh Indonesia sudah sejalan, dan ini menjadi tantangan kita semua ke depan, tentu yang digenjot kebijakan yang sejalan dengan para investor,” ungkapnya.

Berkaitan dengan energi terbarukan, dia mengatakan, hal tersebut merupakan bagian dari infrastruktur yang mendukung sektor industri, seperti listrik dan telekomunikasi.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ria anatasia
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas