Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Komisi VI: Pemerintah Harus Selektif Beri Insentif Harga Gas ke Industri

Industri yang berhak menerima insentif harus berasal dari dalam negeri sehingga dapat memajukan industri nasional.

Komisi VI: Pemerintah Harus Selektif Beri Insentif Harga Gas ke Industri
Perusahaan Gas Negara
Komisi VI DPR menegaskan, industri yang berhak menerima insentif harus berasal dari dalam negeri sehingga dapat memajukan industri nasional. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah sedang mematangkan skema penurunan harga gas menjadi 6 per dolar AS MMBTU untuk konsumen industri yang aturan induknya sudah dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun Tahun 2016 tentang penetapan harga gas bumi.

Anggota Komisi VI Evita Nursanty mengatakan, untuk pelaksanaan Perpres tersebut pemerintah harus selektif menetapkan industri mana saja yang boleh menerima insentif penurunan harga gas.

"Perpres 40 dukungan pemerintah untuk pelaku industri, mappingnya kan sedang dibuat," kata Evita di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Menurutnya, industri yang berhak menerima insentif harus berasal dari dalam negeri sehingga dapat memajukan industri nasional.

"Saya menekankan siapa yang berhak menerima, itu tidak boleh modal asing," ucapnya.

Baca: Pinjaman Online Lagi Disorot, Begini Metode Penagihan yang Benar Menurut Cashwagon

Evita pun mengingatkan, pemerintah berhati-hati dalam menetapkan tujuh golongan industri yang mendapatkan insetif harga gas.

Baca: Tampil Emosional Bawakan Lagu Kangen Dewa 19, Tiara Anugrah Mengaku Kangen Keluarga

Sementara Anggota Komisi XI DPR Ramson Siagian mengatakan, dalam bagi hasil migas skema cost recovery negara mendapat bagian 70 persen dari hasil produksi gas.

Adanya penurunan harga gas menjadi 6 dolar AS per MMBTU, maka bagian tersebut harus diturunkan. Kondisi ini akan berdampak pada penurunan PNBP dari sektor migas.

Baca: Blak-blakan, Ahmad Dhani Bilang Lagu Cinta Kan Membawamu Diciptakan untuk Maia Estianty

"Saya pikir gas yang sudah berproduksi hampir semua dengan sistem cost recovery, otomtatis itu akan mengurangi PNBP minyak dan gas di APBN 2020," kata Ramson.

Baca: Cicilan Mobil Macet? Pahami Risikonya, Jangan Sembarangan Mengopernya ke Pihak Ketiga

Menurut Ramason, untuk menutupi penurunan PNBP dari sektor migas, perlu yang mendapat insentif penurunan harga gas harus meningkatkan sumbangan ke pendapatan negara.

"Ya ini memang konsekuensinya maksud saya harus mencari peningkatan penerimaan negara juga termausk PNBP di sektor lain," tuturnya.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas