Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Masyarakat Dunia Sudah Menggemari Tempe kata Teten Masduki Dihadapan Anggota Primkopti Jakarta Barat

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mendukung para pengrajin tempe dan tahu yang tergabung dalam Koperasi Tahu Tempe (Primkopti) Jakarta

Masyarakat Dunia Sudah Menggemari Tempe kata Teten Masduki Dihadapan Anggota Primkopti Jakarta Barat
tribunnews.com/oro
Teten Masduki Dihadapan Anggota Primkopti Jakarta Barat 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mendukung para pengrajin tempe dan tahu yang tergabung dalam Koperasi Tahu Tempe (Primkopti) Jakarta Barat.

Apalagi ini masuk dalam koperasi sektor riil yang masih bertahan hingga kini.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dihadapan anggota Primkopti Jakarta Barat mengatakan tempe dan tahu merupakan komoditi yang sangat diperlukan sebagai makanan sehat dan sangat digemari masyarakat.

"Tempe dan tahu komoditinya sangat diperlukan sebagai menu makanan sehat dan digemari oleh masyarakat. Kemenkop dan UKM sangat mendorong koperasi di sektor riil yang menghasilkan barang keperluan di pasar dalam negeri maupun pasar global," ungkap Teten Masduki saat mengunjungi Primkopti Jakarta Barat, Jumat (13/3/2028).

Teten Masduki mengatakan, ada wacana adanya ekspor tempe dalan bentuk keripik dan frozen. Orang Indonesia yang ada di luar negeri, tambah Teten, sangat banyak, apalagi orang yang sedang melaksanakan ibadah umroh atau haji, mereka tetap ingin makanan asli Indonesia. Pengrajin tempe dan tahu harus teken kontrak untuk makanan jamaah haji dan umrah yang setiap hari ada Saudi Arabia.

Masyarakat dunia menurut Teten juga sudah mulai menggemari tempe.

"Kami akan memberikan dukungan dukungan yang lebih konkrit kepada koperasi tahu tempe," tutur Teten Masduki.

Sementara itu, Direktur Utama LPDB KUMKM Supomo yang ikut mendampingi Teten Masduki mengatakui bahwa, pihaknya terbuka masalah pembiayaan untuk koperasi sektor riil.

"Negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Kami terbuka dan akan support usaha masyarakat yang tergabung dalam koperasi tempe tahu," ujar Supomo.

Sedangkan Ketua Gakoptindo, H Aep Syaifudin mengatakan, ada sekitar 1.000 rumah yang dijadikan pabrik atau pengrajin tempe dan tahu serta dapur produksi di wilayah komplek Pik Kopti, Semanan Jakarta Barat. Ini merupakan kawasan pengrajin tempe tahu terbesar di Asia Tenggara, dengan luas 12,4 Ha.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Toni Bramantoro
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas