Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Belum Lolos Tahap Pertama Kartu Pra Kerja, 1.8 Juta Orang Tak Perlu Daftar Ulang

Pemerintah akan memberikan notifikasi bagi mereka yang sudah masuk di dalam gelombang pertama sebanyak 200.000.

Belum Lolos Tahap Pertama Kartu Pra Kerja, 1.8 Juta Orang Tak Perlu Daftar Ulang
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Posko pendampingan pendaftaran program Kartu Prakerja yang disediakan Pemprov Jatim di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim didatangi banyak pencari kerja terutama mereka yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19, di Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Para pekerja yang dirumahkan, pekerja yang terkena PHK, maupun para pencari kerja yang terkendala untuk mendaftar mandiri lewat gadget maupun perangkat mandiri, bisa mendapatkan pendampingan dengan mendatangi Posko Pendampingan yang disiapkan di 56 titik layanan di seluruh Jawa Timur. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, seleksi tahap pertama Kartu Prakerja meloloskan 2.078.026 orang.

Namun, hanya tersedia slot 200.000 peserta dari jumlah itu untuk melakukan pelatihan, sehingga sisanya harus menunggu tahap selanjutnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tidak perlu khawatir bagi yang belum lolos karena prosesnya tidak sulit.

"Bagi 1.878.026 yang belum ikut di dalam tahap pertama ini nanti tidak perlu mendaftar ulang. Nanti kami akan memberikan email untuk di komputer atau smartphone untuk klik mau ikut ke gelombang kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya," ujarnya saat teleconference di Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Baca: Wishnutama Koreksi Pernyataan Luhut Akan Tarik Wisatawan China, Korsel dan Jepang

Airlangga menjelaskan, mereka tidak perlu repot mengulang seluruh proses yang sudah dibuat pada awal pendaftaran ini.

Sementara, pemerintah juga akan menyampaikan melalui notifikasi bagi mereka yang sudah masuk di dalam gelombang pertama sebanyak 200.000.

Baca: Kisah Ika Dewi Maharani, Relawan Perempuan Satu-satunya yang Jadi Sopir Ambulans di RS Covid-19

"Setelahengikuti pelatihan pertama, berikutnya mereka akan memperoleh semacam sertifikasi secara elektronik. Sertifikasi tersebut sebagai tanda telah mengikuti pelatihan," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas