Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

UMKM Perlu Melakukan Inovasi di Tengah Pandemi Covid-19

Teknologi mulai menyentuh semua lini bisnis, sehingga sebagai pelaku usaha, teknologi menjadi suatu hal yang utama.

UMKM Perlu Melakukan Inovasi di Tengah Pandemi Covid-19
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Laras pekerja warung kopi kekinian sedang membuat kopi pesanan pelanggan ditempatnya bekerja di daerah Cikini, Jakarta, Jumat (17/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19 pekerja dan pengusaha usaha mikro kecil menengah (UMKM) harus bertahan dengan terus membuka usahanya meskipun penghasilan yang didapat menurun lebih dari 50 persen. Pemerintah sendiri sudah menyiapkan dua skema pemberian stimulus bagi UMKM yang terdampak Covid-19, yakni melalui mekanisme moneter dan bantuan sosial (bansos). TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Founder dan CEO Etanee Cecep Muhammad Wahyudin mengatakan agar dapat bertahan dan menciptakan inovasi baru, para pelaku usaha atau UMKM harus mengetahui dan membaca situasi dan kondisi yang berkembang di masyarakat.

Ini bisa dilihat dari perubahan kebiasaan hingga kebutuhan masyarakat itu sendiri, misalnya saat ini sektor-sektor yang bertahan bahkan melejit yakni ada sektor jasa, sektor kesehatan, maupun sektor pangan.

"Hal ini harus dipahami pelaku bisnis, sektor mana yang mengalami peningkatan dan bisa bertahan lalu baru pilih produk apa yang akan dipasarkan," kata Cecep saat diskusi bertajuk “Inovasi di Tengah Pandemi? Yuk, Bisa!” yang diadakan BFI Finance, Rabu (20/5/2020).

Diskusi ini mengupas bagaimana sebuah perusahaan maupun pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus tetap inovatif, bertahan, dan pandai menemukan celah baru yang positif di tengah situasi ekonomi yang lesu.

“Pelaku usaha harus menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat," katanya.

"Saya pun pernah berada di masa krisis seperti tahun 1998 dan 2012. Namun, kita harus bisa membaca peluang-peluang yang dapat di ambil sehingga usaha dapat terus bertahan saat krisis,” ujarnya.

Hal yang terpenting saat ini, lanjut Cecep, adalah pemanfaatan digital marketing.

Teknologi mulai menyentuh semua lini bisnis, sehingga sebagai pelaku usaha, teknologi menjadi suatu hal yang utama.

“Kalau sudah bicara teknologi, kita harus berpikir panjang. Tidak hanya memikirkan kualitas, tapi juga kuantitas karena semua jadi terbuka dan orang bisa akses dengan mudah. Kita pun sebagai pelaku usaha harus menjaga kesiapan produksi,” tegas Cecep.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas