Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Respons Tegas Gojek Terkait Tudingan PHK Langgar Peraturan Ketenagakerjaan

Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita menegaskan PHK yang dilakukan pihaknya sudah memenuhi hak karyawan sesuai peraturan yang berlaku.

Respons Tegas Gojek Terkait Tudingan PHK Langgar Peraturan Ketenagakerjaan
Tribunnews/Irwan Rismawan
Mitra Gojek menunggu penumpang di titik jemput GoRide Instan Stasiun KRL Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2020). Gojek menghadirkan layanan GoRide Instan serta Titik Pencegahan Covid-19 di empat stasiun terpadu sebagai komitmen Gojek untuk mempermudah aktivitas masyarakat di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi di Ibu Kota. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyedia layanan on-demand Gojek menanggapi tudingan pemutusan hubungan kerja (PHK) 430 karyawan telah melanggar Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan).

Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita menegaskan PHK yang dilakukan pihaknya sudah memenuhi hak karyawan sesuai peraturan yang berlaku.

Baca: Co-CEO Gojek Ungkap Alasan Pemberian Pelatihan Gratis Lewat Sebuah Surat ke Mitra GoLife

Baca: Mulai dari Make-Up Artist Sampai Kuliner, Ini Pelatihan dari Gojek Buat Mitra GoLife

“Terkait isi surat elektronik (e-mail) dari Co-CEO Gojek yang menjelaskan mengenai pesangon, dapat kami sampaikan bahwa e-mail tersebut bersifat global dan ditujukan ke seluruh karyawan di seluruh negara dimana Gojek beroperasi,” kata Nila lewat siaran pers, Sabtu (27/6/2020).

Menurutnya, Co-CEO Gojek Andre Soelistyo juga telah menjelaskan mengenai keputusan dan perubahaan strategi perusahaan di 16 sesi pertemuan (townhall) dengan karyawan.

“Kemudian juga dilanjutkan dengan sesi pertemuan tatap muka antara setiap karyawan terdampak dengan atasannya masing-masing dan juga perwakilan HRD,” terang Nila.

Dia menambahkan bahwa pemberian pesangon mengikuti peraturan yang berlaku di masing-masing negara termasuk di Indonesia.

“Selain pesangon sesuai UU Ketenagakerjaan, mereka yang akan meninggalkan perusahaan juga mendapat dukungan lainnya dari Gojek antara lain, asuransi kesehatan, peralatan kerja, dukungan transisi karier serta dukungan lainnya sebagaimana disebutkan dalam pemberitahuan kepada karyawan,” urai Nila lagi.

Nila menurutkan keputusan PHK karyawan bukan hal mudah bagi Gojek.

Dia mengatakan, Gojek melakukan upaya terbaik untuk mendukung para karyawan agar mereka dapat meneruskan perjalanan karier mereka ke depan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas