Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Tedampak Covid-19, Lion Air Group Putuskan Mengurangi Tenaga Kerja

"Keputusan ini juga sebagai tujuan utama untuk strategi mempertahankan keberlangsungan bisnis," katanya

Tedampak Covid-19, Lion Air Group Putuskan Mengurangi Tenaga Kerja
Tribunnews/Jeprima
Aktivitas bongkar muat pesawat penumpang Lion Air yang dijadikan pesawat kargo di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (30/4/2020). Lion Air Group akan kembali beroperasi melayani rute domestik. Seluruh anggota Lion Air Group, yakni Lion Air, Wings Air, dan Batik Air akan mulai mengoperasikan layanan penerbangan domestik pada 3 Mei 2020. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTALion Air Group mengumumkan adanya pengurangan tenaga kerja Indonesia, dan asing di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Pengurangan tenaga kerja ini berdasarkan masa kontrak kerja yang telah berakhir dan tidak diperpanjang.

Baca: Update Corona 2 Juli 2020: Tambahan Kasus Baru dan Pasien Sembuh Jadi Rekor Tertinggi

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan pihaknya terpaksa mengambil langkah ini karena saat ini perusahaan sedang dalam masa sulit akibat Covid-19.

"Keputusan ini juga sebagai tujuan utama untuk strategi mempertahankan keberlangsungan bisnis, merampingkan operasi perusahaan, dan mengurangi pengeluaran," kata Danang dalam keterangannya, Kamis (2/7/2020).

Dalam tindakan proaktif berdasarkan mitigasi guna menjaga kelangsungan dimaksud, lanjut Danang, karena kondisi pendapatan perusahaan sangat minimal karena ada pembatasan perjalanan dan penghentian sementara operasional penerbangan.

Danang mengungkapkan, sejak mulai beroperasi kembali yang dijalankan secara bertahap Lion Air Group rata-rata mengoperasikan 10-15 persen dari kapasitas normal, sebelumnya yakni rerata 1.400 - 1.600 penerbangan per hari.

Pada tahun ini, menurut Danang, pandemi Covid-19 menjadikan industri penerbangan mati suri atau tidak beroperasi normal di jaringan domestik dan internasional.

"Sementara, biaya-biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi masih cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat berat," kata Danang.

Selain itu Danang menjelaskan, Lion Air Group juga melakukan pembicaraan terkait pemotongan pengahasilan seluruh manajemen dan karyawan, dengan nilai persentase yang bervariasi.

"Kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterapkan tahun ini pada Maret, April, Mei, Juni sampai waktu yang belum ditentukan," ucap Danang.

Baca: Berikut 4 Lokasi dan Jadwal Pelayanan Rapid Test Rp95 Ribu dari Lion Air, Sabtu Minggu Tetap Buka

"Apabila di waktu mendatang kondisi perusahaan kembali pulih dan lebih baik secara bisnis, operasional serta pendapatan, maka karyawan yang tidak diperpanjang kontrak kerja akan diprioritaskan untuk memiliki kesempatan kembali bekerja di Lion Air Group," lanjutnya.

Danang juga menyebutkan, pihaknya berterima kasih atas dukungan seluruh karyawan dan dari berbagai pihak hingga sampai saat ini masih beroperasi, dengan harapan pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga operasional dan layanan penerbangan normal kembali.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas