Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Muatan Balik Tol Laut Terbukti Bisa Dongkrak Perekonomian Daerah

Perhubungan Laut terus mendorong optimalisasi muatan balik tol laut yang terbukti dapat meningkatkan perekonomian daerah.

Muatan Balik Tol Laut Terbukti Bisa Dongkrak Perekonomian Daerah
Dirjen Perhubungan Laut-Kemenhub
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Wisnu Handoko saat melakukan beberapa kunjungan di Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Barat, sekaligus mengecek kesiapan pelabuhan dalam menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru transportasi laut, Selasa (17/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Pusat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Salah satunya yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang terus mendorong optimalisasi muatan balik tol laut yang terbukti dapat meningkatkan perekonomian daerah.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan Capt Wisnu Handoko, mengatakan saat ini tingkat keterisian kapal muatan balik tol laut dari daerah mulai meningkat seiring dilonggarkannya aktivitas masyarakat pasca pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan juga dukungan Pemerintah Daerah yang memberikan fasilitasi dan kemudahan yang mendorong rakyatnya mengisi muatan balik tol laut.

Baca: Jalan Tol Trans Sumatera Dinilai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

"Beberapa daerah melakukan perubahan kemajuan yang cukup baik, misalkan daerah Maluku Utara, yaitu Babang dan Weda misalkan itu menunjukkan ada perubahan yang bisa kita lihat. Tadinya tiga kontainer, kemarin kita lihat ada yang sampai 34 kontainer. Isinya mulai kayu, kelapa, kopra, ada beberapa produk ikan karena kita menyediakan kontainer berpendingin atau 'reefer container'. Ada sekitar lima unit itu bisa dimanfaatkan membawa hasil-hasil produk ikan," kata Capt Wisnu, Sabtu (11/7/2020).

Tidak hanya itu, tambahnya, untuk hal yang sama juga terjadi di Morotai, Bitung, Tahuna, Saumlaki, bahkan ada yang sampai mengirimkan muatan baliknya hingga 54 Teus, di mana mayoritas muatan berisi ikan, kayu, kopra, dan lainnya.

Dan hal ini sangat cukup membanggakan sebab ada daerah yang sebelumnya tingkat keterisian muatan balik hanya sekitar 10 persen, saat ini ada yang di atas 60 persen.

Capt Wisnu menjelaskan, memang untuk menaikkan tingkat keterisian kapal muatan balik tol laut dibutuhkan dukungan Pemerintah Daerah atau Pemda.

Dan dirinya juga mencermati bahwa inisiatif pemerintah daerah, memacu memotivasi usaha-usaha di daerah mengirim barang ini keluar.

“Kami sangat apresiasi beberapa kepala daerah sudah membuktikan komitmennya untuk mengirim muatan balik produksi daerah. Kita juga terus lakukan koordinasi, kementerian/lembaga terkait, kalau produk muatan balik Tol Laut tersebut agar tepat sasaran seperti produk ikan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, perkebunan dengan Kementerian Pertanian, juga lainnya dengan kementerian terkait," katanya.

Penulis: Sanusi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas