Tribun Bisnis

Pengembangan Pangan Berbasis Pesantren Ciptakan Kemandirian Ekonomi Desa

Kolaborasi besar di tengah suasana pandemi akibat Covid-19 yang cukup panjang tersebut, bisa menjadi solusi bagi masyarakat luas.

Editor: Malvyandie Haryadi
Pengembangan Pangan Berbasis Pesantren Ciptakan Kemandirian Ekonomi Desa
TRIBUN JABAR/Zelphi
Ilustrasi: Petani melakukan panen padi diatas petak sawah mereka yang sudah terbelah permukaan tanahnya di Desa Rancasenggang, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (27/07/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menyambut hari kemerdekaan, panen perdana dari program ketahanan pangan dan harmoni kebaikan berbasis masyarakat pesantren dilakukan serempak di lahan seluas 50 hektare, melibatkan hampir 2.000 penerima manfaat. 

Tanaman padi hasil kolaborasi Dompet Dhuafa melalui Social Trust Fund (STF) bersama OK Oce dan Pondok Pesantren Alam (PPA) Al Muhtadin Sukabumi, Jawa Barat ini memasuki masa panen tahap awal. 

Pada Jumat (14/8/2020) pagi, panen perdana secara simbolis dilakukan oleh Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Nasyith Majidi Bersama Pimpinan Ponpes Al Muhtadin.

Baca: Pemerintah Anggarkan Rp 104,2 Triliun untuk Ketahanan Pangan 2021

Luas keseluruhan persawahan proyek kerja sama tersebut mencakup 50 hektar. Proyek tersebut merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan berbasis Masyarakat Pesantren dan Petani Binaan yang dikembangkan oleh Dompet Dhuafa.

“Kerja sama tersebut mencakup luas kurang lebih 50 Hektare sawah irigasi di Desa Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat, dengan sepuluh kelompok tani binaan yang setiap kelompok terdiri atas 10-20 kepala keluarga,” kata Nasyith Majidi dalam keterangannya.

“Dengan hasil maksimal per hektar di kisaran 6-7 ton sekali panen dalam kurun tiga bulan. Maka diperkirakan bisa produksi tiga kali atau sekitar 1.050 ton per tahunnya. Semuanya dikelola oleh para santri dan petani pemberdaya,” ujar dia.

Baca: Jokowi: Food Estate untuk Memperkuat Cadangan Pangan Nasional

Nasyith Majidi menambahkan bahwa Dompet Dhuafa merencanakan ke depannya, siap melaksanakan program pengembangan pertanian (pangan) berbasis pesantren sekitar 1.000 hektar.

"Setelah panen padi 50 hektar di Pesantren Al Muhtadin ini selesai. Insyaa Allah akan dilanjutkan dengan program yang sama, yaitu seluas seribu hektar di beberapa daerah,” kata Nasyith.

Kolaborasi besar di tengah suasana pandemi akibat Covid-19 yang cukup panjang tersebut, bisa menjadi solusi bagi masyarakat luas.

Baca: Wamenhan Yakini Negara dengan Ketahanan Pangan Kuat Disegani Secara Global

Hasil produksi yang bagus diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan kemandirian ekonomi bagi masyarakat pedesaan. Panen dari program ketahanan pangan menjadi bukti kita mampu merdeka pangan

Berita ini tayang di Kontan dengan judul: Dompet Dhuafa dorong pengembangan pangan berbasis pesantren

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas