Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

UMKM Go Digital

Pentingnya Literasi Data di Tengah Masifnya Transformasi Digital

Reputasi dari produk tersebut membuat mereka memilih untuk menggunakan mobile/internet banking

BizzInsight
Pentingnya Literasi Data di Tengah Masifnya Transformasi Digital
Shutterstock

TRIBUNNEWS.COM - Tak terasa saat ini kita telah memasuki penghujung tahun 2020. Semakin banyak tantangan yang dihadapi selama masa pandemi Covid-19. 

Sepanjang 2020, pandemi Covid-19 tidak hanya menyerang sektor kesehatan, namun sendi-sendi kehidupan lain seperti ekonomi turut merasakan dampak yang sama. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah agar dapat meminimalisir dampak pandemi, salah satunya dengan mendorong para pelaku bisnis dan semua lembaga pemerintahan supaya terjun ke dunia digital. 

Pasalnya, menurut data yang dirilis oleh Google, Temasek, Bain & Company pada pertengahan November 2020 lalu menyebutkan, pengguna digital baru Indonesia dari non-perkotaan sebanyak 56% dan yang berasal dari perkotaan 44%. Data tersebut juga menunjukan, Indonesia berada di posisi kedua terbanyak pengguna baru layanan digital di Asia Tenggara. 

Berdasarkan hasil survei Inventure Indonesia dan Alvara Research Center pada akhir Oktober 2020 menunjukkan, pandemi membuat penetrasi digital semakin masif di sektor perbankan. Hasil survey juga menyebutkan, internet/mobile banking menjadi semakin sering digunakan oleh para nasabah.  

Para nasabah percaya, keamanan, kemudahan, kenyamanan, praktis, dan reputasi dari produk tersebut membuat mereka memilih untuk menggunakan mobile/internet banking dan pembayaran digital.

Uniknya, transformasi digital yang makin masif ini sangat erat hubungannya dengan data dan memberikan banyak manfaat bagi para penggunanya. Bila dioptimalkan penggunaannya, data-data tersebut bisa bermanfaat, baik untuk individu maupun negara.

Oleh sebab itu, dalam rangka mendorong literasi data, Bank BRI mengadakan kompetisi data science “BRI Data Hackathon 2021” dengan total hadiah sebesar Rp 450 juta yang bisa diikuti secara daring oleh siapapun. 

Para peserta yang mengikuti kompetisi itu, nantinya akan diminta untuk menyelesaikan permasalahan bisnis menggunakan metode machine learning. Tidak hanya itu, bagi peserta yang memiliki inovasi machine learning juga bisa mengikuti kompetisi tersebut dan berkesempatan memenangkan hadiah dengan total Rp 60 juta. 

Bagi para peserta yang tidak berhasil mencapai peringkat 1 jangan bersedih dulu. Sebab bank yang memiliki kantor cabang hampir diseluruh Indonesia ini memiliki hadiah hiburan berupa uang tunai dengan total Rp 190 juta dan beasiswa untuk kelas Algoritma Data Science School sebesar Rp 200 juta.

bri-221220-1

Menurut Direktur Digital Teknologi Informasi dan Operasi Bank BRI, kompetisi tersebut dilaksanakan semata-mata untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya data-driven decision. 

“Saat ini data telah menjadi sumber kekayaan baru yang berharga bagi sebuah organisasi atau perusahaan. Dengan memanfaatkan data yang akurat, organisasi atau perusahaan dapat melakukan efisiensi anggaran dan mengambil kebijakan yang menguntungkan masyarakat luas. Selain itu, dengan memanfaatkan teknik analisis yang tepat organisasi bisnis dapat meningkatkan profit, dan memberikan pelayanan yang lebih baik bagi konsumen,” ungkap Indra. 

Nah, bagi masyarakat yang ingin mengikuti kompetisi tersebut bisa kunjungi website resminya di sini

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas