Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Persiapan Ramadan, Mendag Lutfi Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok Aman

Muhamad Lutfi memastikan stabilitas harga, serta ketersediaan bahan pokok menjelang bulan Ramadan 1442 Hijriyah aman terkendali.

Persiapan Ramadan, Mendag Lutfi Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok Aman
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi memastikan stabilitas harga, serta ketersediaan bahan pokok menjelang bulan Ramadan 1442 Hijriyah aman terkendali.

"Minus 100 hari menghadapi hari ramadan atau puasa bahan pokok dan bahan penting seperti gula, daging dan beras saya pastikan cukup," kata Mendag saat konferensi pers secara daring, Senin (11/1/2021).

Baca juga: Pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Wakil Ketua MPR Sampaikan Duka Mendalam

Dia menegaskan lagi bahan-bahan yang dibutuhkan itu juga akan dipastikan ketersediaannya hingga hari raya lebaran atau Idul Fitri.

"Kami akan persiapan sampai hari lebaran barang-barang penting ini cukup," kata Mendag saat konferensi pers secara daring, Senin (11/1/2021).

Baca juga: Mendag Lutfi: Kacang Kedelai Permasalahan yang Tidak Mudah

Sejak dilantik menjadi Mendag, dirinya berjanji akan menjalankan arahan Presiden RI yaitu menjaga stabilitas harga terutama inflasi serta meningkatkan daya beli, dan membangun kepercayaan pasar.

Arahan kedua membantu UMKM menembus pasar ekspor serta membuka pasar-pasar baru di luar negeri dengan cara pembuatan atau kesepakatan dagang.

“Kita bisa lihat rumus-rumus GDP atau rumus-rumus dari pada pertumbuhan ekonomi Kementerian Perdagangan setidaknya memiliki dua koefisien dalam rumus tersebut yang pertama konsumsi dan kedua ertumbuhan daripada ekspor dan impor,” jelasnya.

Kementerian Perdagangan bakal memastikan arus barang masuk dengan baik dan memastikan bahwa dua per tiga barang impor Indonesia sebagai bahan penolong dan bahan baku bagi perkembangan Indonesia.

"Kalau arus barang jalan berarti perekonomian Indonesia akan berjalan dengan baik juga. Bahan baku dan bahan penolong tersebut biasanya dipakai untuk ekspor perekonomian dan manufacturing di dalam negeri," tuntasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas