Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Di Tengah Pandemi, Kantor Luar Negeri Bank Mandiri Raup Laba Rp 1,56 Triliun

Kantor Luar Negeri (KLN) Bank Mandiri membukukan laba sebelum pajak 111,2 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,562 triliun pada tahun lalu.

Di Tengah Pandemi, Kantor Luar Negeri Bank Mandiri Raup Laba Rp 1,56 Triliun
pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo
ILUSTRASI. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kantor Luar Negeri (KLN) Bank Mandiri membukukan laba sebelum pajak 111,2 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,562 triliun pada tahun lalu.

Meski 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan akibat pandemi Covid-19, nilai perolehan laba tersebut mampu tumbuh 19 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan mengatakan, capaian tersebut merupakan kontribusi laba sebelum pajak terbesar dalam lima tahun terakhir dengan rerata pertumbuhan pada periode tersebut sebesar 30 persen.

Kinerja positif ini disumbangkan oleh pertumbuhan Fee Based Income (FBI) sebesar rata-rata 32 persen dari 10,9 juta dolar AS pada 2015 menjadi 45,3 juta dolar AS pada 2020.

Sementara Net Interest Income (NII) menguat rata-rata 10 persen dari 49,5 juta dolar AS pada 2015 menjadi 81,3 juta dolar AS lima tahun kemudian.

“Kinerja yang baik dari KLN Bank Mandiri dalam lima tahun terakhir juga merupakan hasil kolaborasi strategis antara berbagai unit kerja di kantor pusat, serta antara masing-masing KLN, termasuk dengan perusahaan anak," ucap Panji dalam keterangannya, Senin (22/2/2021).

Sebagai informasi, saat ini Bank Mandiri memiliki tujuh KLN, yakni di Singapura, Hongkong, Cayman Island, Shanghai, Timor-Leste, UK dan Malaysia.

Panji menuturkan, capaian positif lain yang ditunjukkan oleh jaringan KLN Bank Mandiri adalah kemampuan menjaga kualitas aset produktif melalui strategi pemberian kredit secara selektif.

Alhasil, NPL pun dapat diturunkan dari 1.42 persen pada 2015 menjadi 0,38 persen pada tahun lalu.

“Kami ingin memenuhi seluruh kebutuhan nasabah dalam mengembangkan bisnis ke luar negeri agar bisa mengakses pasar global yang lebih besar dan tumbuh lebih cepat," jelas Panji.

"Untuk itu, kami telah menetapkan fokus layanan kepada Indonesia-related Global Trading Companies, sindikasi global, serta supply chain Indonesia-linked customers, terutama untuk nasabah yang memiliki bisnis di lokasi jaringan KLN Bank Mandiri," ungkapnya.

Ikuti kami di
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas